KOMPAS.com - Filipina tengah mengejar target 100.000 kunjungan wisatawan asal Indonesia setidaknya dalam dua tahun ke depan.
Saat ini, Filipina masih berupaya memulihkan angka kunjungan wisatawan Indonesia ke angka sebelum terdampak pandemi Covid-19.
Kepala Pengembangan Produk dan Pasar Departemen Pariwisata Filipina, Gwendolyn S Batoon menyebutkan, sebelum pandemi, angka wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Filipina mencapai sekitar 70.000-80.000 kunjungan.
Baca juga: Syarat Masuk Filipina 2023, Siapkan Asuransi Perjalanan
Saat itu, kata dia, Filipina tengah mengupayakan 100.000 kunjungan, namun kemudian pandemi tiba.
"Jadi target kami saat ini adalah kembali ke angka sebelum pandemi. Targetnya adalah dalam dua tahun mencapai 100.000," ungkap Gwendolyn seusai temu media di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (29/8/2023).
Perempuan yang akrab disapa Gwen itu menambahkan, salah satu penyebab angka kunjungan belum optimal adalah frekuensi penerbangan yang belum kembali seperti sebelum pandemi.
Selain itu, penerbangan yang masih terbatas juga masih didominasi oleh penumpang untuk keperluan bisnis dan penduduk.
Baca juga: 3 Julukan Negara Filipina, Ada Lumbung Padi Asia Tenggara
Sebagai informasi, saat ini jadwal penerbangan menggunakan Philippine Airlines dari Jakarta ke Manila adalah 10 kali dalam seminggu.
Sementara Cebu Pacific terbang tujuh kali dalam seminggu dari Jakarta ke Manila dan Denpasar ke Manila 10 kali dalam seminggu.
"Pertumbuhannya masih sangat lamban," ucapnya.
Gwen menyebutkan, saat ini jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Filipina baru menempati urutan ke-16 dengan angka sekitar 38.000 kunjungan untuk periode Januari hingga Juli 2023.
Seiring dengan target mengembalikan angka kunjungan wisatawan menjadi 100.000, Filipina kini fokus membangun produk wisata.
Termasuk salah satunya mengembangkan dan memperbanyak wisata halal, seperti kuliner dan akomodasi.
"Karena salah satu kesamaan Indonesia dan Filipina adalah dari makanan. Itulah mengapa salah satu yang kami prioritaskan adalah makanan halal," tutur Gwen.
Baca juga: Ini 6 Situs Warisan UNESCO di Filipina
Di samping itu, lanjutnya, wisatawan juga bisa menjelajahi masjid dan destinasi, sekaligus menikmati tradisi lokal.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.