Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/09/2023, 20:14 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

 

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Terik matahari Kamis (28/9/2023) itu tak menyurutkan semangat warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya untuk mengikuti prosesi rayahan (rebutan) gunungan sekaten. Lokasinya di halaman Masjid Kagungan Dalem Keraton Yogyakarta, Kauman.

 

Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru DIY mulai berdatangan ke halaman masjid sejak pagi hari, sekitar pukul 08.00 WIB. Ada yang datang sendiri, ada juga yang mengajak sanak saudaranya.

 

Baca juga:

Petugas sudah menyiapkan tempat bagi para pengunjung. Panas terik membuat petugas harus menyiram halaman masjid dengan air, agar lantai halaman yang tersusun dari batu ini tidak mencederai para Abdi Dalem yang kebanyakan tak mengenakan alas kaki.

 

Pada pukul 10.18 WIB, Bregada Abdi Dalem Keraton Yogyakarta mulai memasuki area halaman Masjid Kagungan Dalem Keraton Yogyakarta, atau masyarakat akrab menyebutnya dengan nama Masjid Gedhe Kauman.

 

Sejumlah peleton masuk, diiringi irama seruling dan genderang senar, gong, dan alat musik tradisional lainnya.

 

Masjid Gedhe Kauman di Yogyakarta. Simak prakiraan cuaca di Yogyakarta hari ini yang dirilis oleh BMKG. 

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan Masjid Gedhe Kauman di Yogyakarta. Simak prakiraan cuaca di Yogyakarta hari ini yang dirilis oleh BMKG.

 

Masuknya Bregada Keraton Yogyakarta ini membuat warga kembali bersemangat untuk mengikuti prosesi berebut Gunungan Grebeg Mulud. Warga yang berteduh seketika kembali ke tempat yang disediakan oleh petugas.

 

Total tujuh gunungan disiapkan oleh Keraton Yogyakarta. Lima gunungan diletakkan di halaman masjid, satu gunungan di Kantor Gubernur Kompleks Kepatihan, dan satu gunungan di Pura Pakualaman.

 

Ketika lima gunungan akan memasuki halaman Masjid Keraton Yogyakarta, Bregada menyambutnya dengan tembakan senapan atau salvo ke udara beberapa kali, mengikuti komando dari Manggalayuda (inspektur upacara) Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro.

 

Baca juga: Grebeg Syawal Kembali Digelar, Warga Antusias Berebut Isi Gunungan

 

Tak ayal, beberapa warga yang datang kaget dengan suara tembakan tersebut.

 

Setelah itu, gunungan didoakan oleh Pengulu yang ada sudah berada di halaman Masjid.

 

"Rayah!" Seru Pengulu setelah mendoakan kelima gunungan itu.

 

Saat aba-aba itu diserukan oleh Manggalayuda, warga yang sudah berdiri di pinggir-pinggir menyerbu kelima gunungan yang ada. Mereka berdesakan, memanjat gunungan yang tersusun dari hasil bumi berupa sayur-sayuran, jajan pasar, dan rengginang.

 

Baca juga: Grebeg Syawal di Keraton Yogyakarta Digelar Lagi, Masyarakat Boleh Rebutan Gunungan

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com