Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keraton Solo Akan Gelar Malam Selikuran, Sambut 10 Hari Terakhir Ramadhan

Kompas.com - 30/03/2024, 15:03 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com – Sepuluh hari terakhir Bulan Ramadhan adalah waktu yang paling utama bagi umat Islam.

Itu karena di antara malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan, ada malam Lailatul Qadar atau malam seribu bulan. 

Pada malam itu, ibadah yang dilakukan pahalanya sama seperti melakukan ibadah selama seribu bulan.

Baca juga: Mengenal Malam Selikuran di Keraton Yogyakarta dan Solo, Tradisi Menyambut Malam Lailatul Qadar

Adapun untuk menyambut 10 hari terakhir Bulan Ramadhan, Keraton Surakarta Hadiningrat di Kota Solo, Jawa Tengah, punya acara khusus.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas.com (@kompascom)

Acara ini bernama Malam Selikuran atau Malam Dua Puluh Satu. Dikutip dari laman Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, acara ini dilakukan untuk menyambut malam 21 Ramadhan yang merupakan 10 hari terakhir Ramadhan.

Malam selikuran

Tahun ini, acara Malam Selikuran akan dilakukan pada Minggu (31/3/2024) pada malam hari pukul 20.30 WIB. Ini merupakan tanggal 20 Ramadhan dalam penanggalan hijriah.

Acara akan dimulai dengan Kirab Tumpeng Sewu (Seribu Tumpeng) dari Pagelaran Keraton Surakarta Hadiningrat, menuju Taman Sriwedari.

Tradisi Malam Selikuran Keraton Kota Solo Jawa Tengah, dengan membawa seribu tumpeng yang dibawa dari Keraton Solo menuju Masjid Agung untuk menyambut Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan 2022.KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati Tradisi Malam Selikuran Keraton Kota Solo Jawa Tengah, dengan membawa seribu tumpeng yang dibawa dari Keraton Solo menuju Masjid Agung untuk menyambut Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan 2022.

Ini jadi salah satu keunikan tersendiri karena sebelumnya, kirab hanya dilakukan sampai Masjid Agung Keraton Surakarta.

Adapun saat dikirab, tumpeng juga akan diiringi lampu ting, simbol lampu obor yang dibawa sahabat ketika menjemput Rasulullah SAW setelah menerima wahyu di Jabal Nur.

Baca juga: Makna Tumpeng Sewu Malam Selikuran Keraton Kota Solo, Simbol Keselamatan Sambut Malam Lailatul Qadar

Tumpeng berisi nasi gurih yang dibentuk tumpeng kecil dan dilengkapi dengan kedelai hitam, rambak, mentimun, dan cabai hijau lalu dimasukkan ke dalam wadah dari besi dan kuningan. 

Kemudian nasi tumpeng yang akan dikirab ini didoakan oleh pemuka agama. Usai didoakan, tumpeng dikirab menuju Taman Sriwedari.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com