Suka Ngopi? Ini Cara Benar Membuat Kopi Tubruk - Kompas.com

Suka Ngopi? Ini Cara Benar Membuat Kopi Tubruk

Muhammad Irzal Adiakurnia
Kompas.com - 18/08/2017, 15:46 WIB
Kopi dan biji kopi produksi dari kebun di Vila MesaStila, Magelang, Jawa Tengah, Senin (13/10/2014). Vila MesaStila dahulu merupakan rumah pemilik kebun kopi asal Belanda, Gustav Van Der Swan tahun 1928 dan pernah berpindah kepemilikan pada HOS Cokroaminoto.KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Kopi dan biji kopi produksi dari kebun di Vila MesaStila, Magelang, Jawa Tengah, Senin (13/10/2014). Vila MesaStila dahulu merupakan rumah pemilik kebun kopi asal Belanda, Gustav Van Der Swan tahun 1928 dan pernah berpindah kepemilikan pada HOS Cokroaminoto.

JAKARTA, KOMPAS.com - "Menilai rasa kopi yang paling jujur itu menggunakan cara kopi tubruk," ujar Edward Teonadi Sr. Research and Development Manager PT MAXX COFFEE Prima, saat peresmian gerai MAXX Corner beberapa waktu lalu.

Menikmati kopi dengan cara tubruk atau menyeduh biji secara langsung merupakan cara yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia.

Selain terlihat mudah, cepat, juga tentunya praktis. Selain itu, metode kopi tubruk ini juga merupakan cara terbaik merasakan keaslian cita rasa kopi yang diseduh.

(BACA: Ngopi di Kafe Tak Harus Mahal, Coba Gerai Kopi Baru Ini)

Meski populer digunakan, masih banyak orang yang belum memperhatikan cara-cara terbaik membuat kopi tubruk agar sesuai selera.

Berikut caranya yang KompasTravel rangkum saat demo pembuatan kopi tubruk dalam peresmian gerai MAXX Corner, Plaza Semanggi, Rabu (16/8/2017).

1. Timbang biji kopi sebelum digiling. Biji kopi harus satu banding 15 dengan air. Semisal 10 gram kopi untuk 150 mililiter air.

2. Giling biji kopi hingga ukuran medium, atau tidak terlalu besar maupun kecil.

"Biji kopi terlalu halus akan mudah pahit atau kematangan saat diseduh, sebaliknya terlalu kasar akan terlalu asam. Jadi medium aja, seperti gula pasir," ujar Viki Rahardja, barista senior Indonesia yang turut hadir dalam acara peresmian tersebut.

(BACA: Saya Bangga Jadi Barista Kopi di Indonesia)

Ia juga mengingatkan untuk memilih biji kopi yang masih segar, sekitar satu minggu setelah proses pemasakan atau roasting.

Barista MAXX Corner dengan perdana melayani konsumen di gerai kopi pertamanya di Plaza Semanggi, Jakarta, Rabu (16/8/2017).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Barista MAXX Corner dengan perdana melayani konsumen di gerai kopi pertamanya di Plaza Semanggi, Jakarta, Rabu (16/8/2017).
3. Setelah itu, bubuk kopi yang sudah tersaji di gelas diseduh dengan mengguyurkan air panas secara konsisten dan merata, biasa disebut pouring. Penggunaan teko leher angsa sangat membantu proses ini.

Tinggi rendahnya suhu air harus diperhatikan, semakin rendah akan semakin asam rasa kopi, sabaliknya semakin panas akan semakin pahit karena kopi terlalu matang atau gosong.

"Saya merekomendasikan di skala 93-96 derajat celcius," ujar Edward Teonadi, yang juga menjadi juri di kompetisi membuat kopi tubruk dalam acara tersebut.

4. Terakhir, tunggu 2-5 menit, baru diaduk dan boleh dibuang ampas yang mengambang di permukaan airnya.

"Sebenarnya tidak ada aturan yang baku soal derajat atau kehalusan gilingan, karena beda biji kopi beda juga hasilnya. Semuanya sangat terkait, hanya tinggal barista yang mengkreasikan mau seleranya gimana," kata Viki Rahardja.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisMuhammad Irzal Adiakurnia
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM