Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jembatan di Tempat Wisata Gunung Salak Aceh Rampung, Hindari Lewat Saat Hujan

Kompas.com - 14/12/2021, 18:34 WIB
Masriadi ,
Nabilla Tashandra

Tim Redaksi

ACEH UTARA, KOMPAS.com - Pembangunan jembatan rangka baja di kawasan tempat wisata Gunung Salak, Kabupaten Aceh Utara, telah rampung dikerjakan, sejak dua hari lalu. Kini, jalanan yang menghubungkan dua kabupaten itu yakni Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah, Aceh, telah bisa dilalui oleh wisatawan.

 

Melalui keterangan tertulis, Selasa (14/12/2021), Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lhokseumawe, AKP Vifa Fibriana Sari menyebutkan, jembatan di Kilometer 41 itu telah rampung, namun badan jalan belum diaspal melainkan hanya dilakukan pengerasan.

 

Untuk itu, wisatawan yang akan melintas diharapkan berhati-hati.

 

“Kondisi jalan licin, dan rawan longsong, kita harapkan kepada pengguna jalan tetap berhati- hati baik itu roda dua atau roda empat,” kata Vifa Fibriana.

Baca juga:

Apalagi, sambung Vifa, akhir tahun dan awal tahun baru, curah hujan relatif tinggi. Kondisi itu dikhawatirkan menyebabkan terjadinya longsor.

 

Dia menyarankan agar wisatawan melintas saat cuaca sedang bagus.

 

“Jika sedang hujan deras, baiknya berhenti dulu. Dikhawatirkan terjadi longsor."

 

"Kami imbau wisatawan waspada. Karena kami yakin jalur ini akan padat apalagi memasuki natal dan tahun baru,” ucapnya.

 

Sebelumnya diberitakan, pembangunan jembatan rangka baja panel (bailey) di jalan objek wisata Gunung Salak, Kabupaten Aceh Utara, tepatnya di KM 41+835 terpaksa ditutup. Pengunjung dilarang melintas dan disarankan lewat jalur Kabupaten Bireueun menuju Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Baca juga:

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

4 Tempat Wisata Indoor di Kota Malang, Alternatif Berlibur Saat Hujan

4 Tempat Wisata Indoor di Kota Malang, Alternatif Berlibur Saat Hujan

Jalan Jalan
3 Penginapan di Rumpin Bogor, Dekat Wisata Favorit Keluarga

3 Penginapan di Rumpin Bogor, Dekat Wisata Favorit Keluarga

Hotel Story
Pendakian Rinjani 3 Hari 2 Malam via Sembalun – Torean, Perjuangan Menggapai Atap NTB

Pendakian Rinjani 3 Hari 2 Malam via Sembalun – Torean, Perjuangan Menggapai Atap NTB

Jalan Jalan
Rekomendasi 5 Waterpark di Tangerang, Harga mulai Rp 20.000

Rekomendasi 5 Waterpark di Tangerang, Harga mulai Rp 20.000

Jalan Jalan
Tips Pilih Kursi dan Cara Hindari Mual di Pesawat

Tips Pilih Kursi dan Cara Hindari Mual di Pesawat

Travel Tips
4 Playground di Tangerang, Bisa Pilih Indoor atau Outdoor

4 Playground di Tangerang, Bisa Pilih Indoor atau Outdoor

Jalan Jalan
Tradisi Syawalan di Klaten, Silaturahmi Sekaligus Melestarikan Budaya dan Tradisi

Tradisi Syawalan di Klaten, Silaturahmi Sekaligus Melestarikan Budaya dan Tradisi

Jalan Jalan
Aktivitas Seru di World of Wonders Tangerang, Bisa Nonton 4D

Aktivitas Seru di World of Wonders Tangerang, Bisa Nonton 4D

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Senen Naik KRL dan Transjakarta, buat yang Mau Thrifting

Cara ke Pasar Senen Naik KRL dan Transjakarta, buat yang Mau Thrifting

Travel Tips
8 Tips Kemah, dari Barang Wajib DIbawa hingga Cegah Badan Capek

8 Tips Kemah, dari Barang Wajib DIbawa hingga Cegah Badan Capek

Travel Tips
Harga Tiket Candi Borobudur April 2024 dan Cara Belinya

Harga Tiket Candi Borobudur April 2024 dan Cara Belinya

Travel Update
8 Tips Hindari Barang Bawaan Tertinggal, Gunakan Label yang Mencolok

8 Tips Hindari Barang Bawaan Tertinggal, Gunakan Label yang Mencolok

Travel Tips
Sandiaga Harap Labuan Bajo Jadi Destinasi Wisata Hijau

Sandiaga Harap Labuan Bajo Jadi Destinasi Wisata Hijau

Travel Update
10 Tips Bermain Trampolin yang Aman dan Nyaman, Pakai Kaus Kaki Khusus

10 Tips Bermain Trampolin yang Aman dan Nyaman, Pakai Kaus Kaki Khusus

Travel Tips
Ekspedisi Pertama Penjelajah Indonesia ke Kutub Utara Batal, Kenapa?

Ekspedisi Pertama Penjelajah Indonesia ke Kutub Utara Batal, Kenapa?

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com