Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Strategi Angkasa Pura I dan II Antisipasi Lonjakan Pemudik

Kompas.com - 15/04/2023, 07:07 WIB
Wasti Samaria Simangunsong ,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebanyak 123 juta pemudik diperkirakan akan melakukan perjalanan selama periode angkutan Lebaran 2023.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,95 juta pemudik diprediksi akan melakukan perjalanan udara melalui 15 bandara yang dikelola Angkasa Pura I. Sementara 5,25 juta penumpang lainnya melalui 20 bandara yang dikelola Angkasa Pura II.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, jumlah ini naik sekitar 25 persen dibanding masa angkutan Lebaran 2022 dengan tingkat pemulihan hampir 100 persen seperti sebelum pandemi Covid-19.

Baca juga: Jelang Mudik, 5 Jadwal Kapal Tujuan Batam-Belawan Malah Berubah karena Banyaknya Penumpang

"Angka ini di 20 bandara AP II recovery rate-nya hampir sama. Hampir 100 persen dengan masa angkutan Lebaran 2019," kata Awaluddin dalam Media Briefing Injourney "Kesiapan Fasilitas Angkutan Lebaran 2023" di Jakarta, Kamis (13/4/2023).

Dalam kesempatan serupa, Direktur Angkasa Pura I, Faik Fahmi menyebut, akan ada 412 pesawat pesawat yang dioperasikan guna mengakomodasi seluruh penumpang.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas.com (@kompascom)

"Memang lebih tinggi dibanding lebaran tahun lalu, ada 335 unit pesawat, namun kalau kita bandingkan dengan periode sebelum pandemi, ada 650 pesawat, jadi memang kebutuhannya tidak sebanyak sebelum pandemi," tutur Faik Fahmi.

Namun jika dilihat dari proyeksi jumlah penumpang yang akan diangkut, sambung dia, kondisinya hampir sama dengan 2019 sebelum pandemi.

Angkasa Pura I dan II sambut masa angkutan Lebaran 2023

Untuk itu, baik AP I dan II telah menyiapkan sejumlah strategi taktis dalam mengantisipasi lonjakan pemudik kali ini.

1. Fleksibilitas jam operasional bandara

Faik mengatakan bahwa guna mengakomodasi tingginya lonjakan penumpang, pihaknya telah menetapkan sejumlah bandara untuk beroperasi selama 24 jam penuh.

Ilustrasi pergerakan penumpang pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai BaliDok. Angkasa Pura I Ilustrasi pergerakan penumpang pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali

Adapun tiga bandara AP I yang saat ini sudah beroperasi selama 24 jam yaitu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali, Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado, dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar.

Untuk bandara lain yang waktu operasionalnya tidak sampai 24 jam, tetap diberi fleksibilitas untuk menambah jam pelayanan tanpa dipungut biaya.

2. Flesibilitas request penambahan penerbangan

Faik mengatakan, pihaknya juga memberi fleksibilitas bagi maskapai untuk mengajukan penerbangan tambahan selama masa angkutan Lebaran 2023.

PT Angkasa Pura I mencatat, ada sebanyak 11 maskapai yang mengajukan 1.287 penerbangan tambahan (extra flight) di tujuh bandara yang dikelolanya.

Baca juga: Mudik 2023, Ini Daftar Harga Tiket Pesawat di Bandara Hang Nadim Batam

Sedangkan di 20 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II, tercatat ada sebanyak 1.300 penerbangan tambahan yang diajukan, dan didominasi oleh rute domestik.

Lebih lanjut, kata dia, dari total 1.300 extra flight di seluruh bandara AP II, 70 persen terjadi di Bandara Soekarno-Hatta (CGK), lalu disusul bandara di Bandung, Pekanbaru, Palembang, dan Sumatra Utara.

Halaman:


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com