Kompas.com - 01/10/2013, 09:17 WIB
EditorI Made Asdhiana
”Pitik kate, mumbule endhek. Biyen sate, saiki bebek....” Parikan atau pantun itu rasanya pas buat menggambarkan Madura yang dulu suka sate sekarang suka bebek. Semua dipicu Jembatan Suramadu yang menyulap wajah pulau itu berubah jadi semringah.

Jembatan Suramadu yang menghubungkan Jawa Timur dengan Pulau Madura itu pula yang menggeser ritual bersantap sate ayam di Kamal, Madura, dengan ritus mengantre santapan bebek di puluhan warung dan kedai di Labang. Nanang, seorang konsumen bebek goreng, terdorong ke kiri-ke kanan dalam sesaknya para pengantre di kasir Warung Nasi Bebek Sinjay di Jalan Raya Ketengan, Bangkalan, Madura. ”Pokoknya, kalau mau antre di sini, jangan bawa perut lapar,” guraunya.

Itu antrean kedua yang harus dilakoni Nanang untuk bisa menyantap bebek goreng Warung Nasi Bebek Sinjay. Warung itu sedang naik daun. Antrean pertama kali di loket pemesanan berjalan dengan cepat: pesan, bayar, beres. Antrean kedua lebih sesak dan lama, menunggu ”hasil produksi” dapur di belakang loket.

Dapur di belakang loket pengambilan pesanan itu sibuk tanpa henti. Tiap sajian bebek yang keluar dari sana langsung berpindah ke baki, disodorkan kepada pengantre terdepan yang rata-rata sudah lima menit mengantre.

Rasanya tak akan ada yang tega memesan bagian bebek kesukaannya. Semua terima nasib—dapat dada ya makan dada, dapat paha ya makan paha.

Tri Prasetyo (45), pelancong dari Semarang, Jawa Tengah, sudah dua kali bersantap di sana, nyatanya tak jera. ”Di sini pembeli memang bukan raja. Namun, orang tetap kemari karena rasa bebeknya,” ujar Tri.

KOMPAS/ARYO WISANGGENI GENTHONG Bebek goreng madu.
Sopir mobil sewaan seperti Nanang kian sering diminta para penyewanya mengantar bersantap siang bebek di Bangkalan. ”Orang Jakarta, Padang, semua tahu, ada banyak warung bebek di Bangkalan. Ada yang sudah punya warung tujuan sendiri, ada yang minta dipilihkan,” ujarnya.

Puluhan

Sejak diresmikan pada 10 Juni 2009, Jembatan Suramadu mengubah wajah dua kota tempat ujung kedua jembatan berada, Surabaya dan Bangkalan. Namun, yang paling merona memang Bangkalan. Kecamatan Labang, misalnya, ujung jembatan di Bangkalan yang dulu nyaris tak dikenal orang luar Madura, tiba-tiba naik daun gara-gara jembatan sepanjang 5.438 meter itu, dan juga karena bebek!

Taufik (31), sopir taksi bandara yang kerap mengantar tamu ke Madura sejak 2004, adalah saksi perubahan wajah Bangkalan. ”Saya masih ingat Warung Nasi Bebek Sinjay saat itu warung kecil. Waktu itu warung nasi bebek bahkan masih sangat jarang. Sekarang, jumlah warung nasi bebek di Bangkalan ada puluhan,” kata Taufik.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Jalan Jalan
Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Travel Update
Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Travel Update
5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

Jalan Jalan
Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Jalan Jalan
7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

Travel Tips
3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

Travel Update
Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Jalan Jalan
Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Travel Tips
Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Travel Update
Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif Rp 3,75 Juta Per Orang

Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif Rp 3,75 Juta Per Orang

Travel Update
Batik Air Terbang ke Samarinda dan Pekanbaru dari Halim per 1 Oktober

Batik Air Terbang ke Samarinda dan Pekanbaru dari Halim per 1 Oktober

Travel Update
7 Patung Yesus Tertinggi di Dunia, Ada yang dari Indonesia

7 Patung Yesus Tertinggi di Dunia, Ada yang dari Indonesia

Jalan Jalan
Harga Tiket Wahana Romokalisari Adventure Land, Wisata Baru Surabaya

Harga Tiket Wahana Romokalisari Adventure Land, Wisata Baru Surabaya

Travel Tips
Survei Google: Minat Wisata Warga Indonesia Saat Ini Lebih Tinggi Dibanding 2019

Survei Google: Minat Wisata Warga Indonesia Saat Ini Lebih Tinggi Dibanding 2019

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.