Kehangatan dalam Perayaan Onde di Glodok

Kompas.com - 18/12/2017, 22:15 WIB
Onde-onde yang memiliki arti di balik bentuk dan warnanya. Kompas.com/Silvita AgmasariOnde-onde yang memiliki arti di balik bentuk dan warnanya.
|
EditorWahyu Adityo Prodjo


JAKARTA, KOMPAS.com - Belasan orang dari segala usia dan latar belakang memadati pintu Pantjoran Tea House, Sabtu (16/12/2017). Mereka menunggu instruksi untuk masuk ke dalam kedai. Saat jam menunjukkan pukul 15.30 WIB, kami dipersilahkan masuk disambut tarian china.

Dekorasi khas China zaman kolonial di bangunan yang berusia hampir 100 tahun ini membuat kami semakin semangat untuk ikut dalam perayaan onde. Perayaan onde ini merupakan inisiasi dari Kelompok Pecinta dan Pemerhati Bangunan Tua Nusantara (Kecapi Batara) dan Pantjoran Tea House.

(Baca juga : Selayang Pecinan Jakarta, Seruput Kopi Es Tak Kie)

"Perayaan onde ini akan diawali dengan sembahyang ke Tuhan dan leluhur, adakah di antara peserta yang ingin ikut bersembahyang?" tanya pembawa acara kepada para peserta.

Sembahyang kemudian dilafalkan dalam Bahasa Indonesia. Rapalan doa pertanda rasa syukur dapat berkumpul dan meminta kelancaran acara. Termasuk, persatuan bangsa.

"Sejujurnya saya tidak menyangka peminatnya banyak sekali untuk menghadiri perayaan onde. Tidak menyangka orang-orang masih ingin tahu perayaan onde ini seperti apa," kata Ketua Kecapi Batara, Diyah Wara Restiyati saat membuka acara.

Ia menceritakan perayaan onde ini biasanya jatuh setiap Desember pada tanggal 21 atau 22. Di China, perayaan ini dilakukan pada puncak musim dingin bersama keluarga.

Perayaan onde bersama Kecapi Batara di Pantjoran Tea House, Senin (16/12/2017). Kompas.com/Silvita Agmasari Perayaan onde bersama Kecapi Batara di Pantjoran Tea House, Senin (16/12/2017).

"Onde yang bulat melambangkan keharmonisan, persatuan, kekeluargaan, solidaritas, kesetiakawanan," kata Diyah.

Membuat onde, memakan onde, dan berdoa bersama ini menjadi tradisi orang China selama ratusan tahun. Tradisi ini lantas menyebar, dibawa oleh orang China yang bermigrasi termasuk ke Indonesia, dari ratusan tahun lalu.

"Kebhinekaan, solidaritas di Indonesia khususnya di Jakarta ini sudah terkoyak-koyak sejak adanya Pilkada. Kita adalah bagian dari masyarakat Jakarta," kata Diyah.

(Baca juga : Menelusuri Jantung Budaya Pecinan Petak Sembilan)

Lewat Perayaan Onde ini ia berharap semua orang tanpa peduli latar belakang dapat tetap bersatu, aman, dan, damai. Layaknya filosofi onde yang bulat.

Dalam perayaan tersebut, peserta kemudian disuguhkan onde-onde sembari dijelaskan mengenai asal usul dan arti filosofis onde. Bersamaan dengan menyaksikan kesenian dan pembuatan teh ala China. Bersama-sama berfoto dalam hangatnya kebersamaan di pecinan Jakarta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X