5 Masjid Peninggalan Mataram Islam di Yogyakarta dan Solo

Kompas.com - 25/05/2018, 12:38 WIB

2. Masjid Kotagede

Pintu gerbang masuk kompleks Masjid Gede Mataram dan makam raja-raja Mataram. KOMPAS/SRI REJEKI Pintu gerbang masuk kompleks Masjid Gede Mataram dan makam raja-raja Mataram.
Masjid ini terletak di selatan kawasan Pasar Kotagede, Yogyakarta. Jika dibandingkan Masjid Agung Kauman, Masjid Kotagede berusia lebih tua.

Masjid Kotagede dibangun oleh Sultan Agung pada 1640.

Bentuk gapura masjid ada yang menyebutnya sebagai rana/kelir. Mereka yang berkunjung harus berbelok ke kanan saat memasuki halaman masjid yang berukuran luas.

Di teras depan masjid terdapat kolam ikan kecil. Ketika memasuki ruang utama masjid, kita akan merasakan betapa bersejarahnya masjid ini.

Baca juga: Mengenal Masjid Tertua di Sulawesi Selatan, Akulturasi Budaya Minang-Bugis

Masjid Kotagede juga mempunyai prasasti yang menyebutkan bahwa pembangunan masjid ini dilakukan pada dua tahap.

Tahap pertama dikerjakan pada masa Sultan Agung, sedangkan tahap yang kedua dikerjakan oleh Pakubuwono.

Sultan Agung membangun masjid menggunakan tiang berupa kayu. Sementara, saat Masjid Kotagede direnovasi, ia memilih menggunakan tiang besi.

Untuk menandakan dibangunnya masjid tersebut, terdapat dua prasasti sebagai tanda pembangunan masjid.

3. Masjid Pathok Negara Sulthoni Plosokuning 

Masjid ini berada di Desa Minomartani, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X