Kalau Kamu Tertarik soal Musik, Ini 5 Fakta tentang Lokananta di Solo

Kompas.com - 12/06/2019, 09:20 WIB
LokanantaKOMPAS.com/NUR ROHMI AIDA Lokananta

SOLO, KOMPAS.com – Solo memiliki tempat-tempat wisata menarik yang mengandung nilai-nilai sejarah di dalamnya, sebut saja Keraton Solo, Museum Ranggawarsito atau Museum Batik Danar Hadi.

Tapi tak banyak yang tahu -- mungkin kamu juga -- bahwa Solo memiliki satu tempat bersejarah lagi, yang berkaitan dengan perkembangan musik di Indonesia.

Tempat tersebut bernama Lokananta. Lokasinya yang berada di tengah kota, tepatnya di Jl. A. Yani No.379, Kerten, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, menjadikan Lokananta mudah dijangkau.

Lokasinya dekat dengan  SPBU Manahan Solo, dan hanya berjarak  sekitar 10 menit jika ditempuh dari Stasiun Purwosari. Rasanya tak pantas kalau sampai kamu melewatkan tempat ini  jika berkunjung ke "Kota Bengawan".

Nah buat kamu yang belum tahu tentang Lokananta, berikut KompasTravel merangkum beberapa fakta seputar Lokananta:

1. Perusahaan Musik Pertama di Indonesia

Rol pita master rekaman di sebuah tembok lobi Gedung Lokananta, Solo, Jawa Tengah. Kompas.com/Wahyu Adityo Prodjo Rol pita master rekaman di sebuah tembok lobi Gedung Lokananta, Solo, Jawa Tengah.
Oetojo Soemowidjojo dan Raden Ngabehi Soegoto Soerjodipoero, pegawai RRI Surakarta mempelopori berdirinya Lokananta pada 29 Oktober 1956.

Bagunan tersebut kini sudah menjadi situs cagar budaya. Nama Lokananta sendiri digagas oleh Raden Maladi, yang berarti gamelan dari khayangan bersuara merdu.

2. Melahirkan Banyak Musisi Legenda di Indonesia

Penyanyi keroncong legendaris Waldjinah (kiri) menunjukkan penghargaan AMI Awards 2017 di rumahnya di Kampung Mangkuyudan, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Senin (4/12/2017).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Penyanyi keroncong legendaris Waldjinah (kiri) menunjukkan penghargaan AMI Awards 2017 di rumahnya di Kampung Mangkuyudan, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Senin (4/12/2017).
Lokananta pernah menjadi tempat rekaman beberapa musisi legenda Indonesia.

Nama-nama besar seperti Gesang, Waldjinah, Titiek Puspa, Bing Slamet, Manthous, dan Sam Saimun "lahir" di Lokananta.

3. Menyimpan Banyak Koleksi Piringan Hitam

Koleksi piringan hitam di Museum LokanantaKOMPAS.com/NUR ROHMI AIDA Koleksi piringan hitam di Museum Lokananta
Lokananta memiliki ruangan tersendiri yang berisi jajaran koleksi piringan hitam.

Lokananta merupakan perusahaan rekaman musik pertama di Indonesia. Sejak awal berdiri, Lokananta mempunyai dua tugas besar yaitu produksi dan duplikasi piringan hitam dan kemudian cassette audio.

Di lokasi ini juga disimpan master lagu Indonesia Raya dengan berbagai stanza. Koleksi seperti Waldjinah, Orkes Aneka Warna, Orkes Kerontjong Tjendrawasih, Zaenal Combo, dan masih banyak yang lainnya juga bisa ditemukan di Lokananta.

4. Memiliki Studio Rekaman yang Masih Bisa Digunakan

Di ruang studio rekaman Lokananta, Band White Shoes & Couples Company dan Pandai Besi menelurkan karya melalui alat-alat yang telah legendaris dari awal mulai berdirinya perusahaan ini. Di ruang studio rekaman Lokananta, Band White Shoes & Couples Company dan Pandai Besi menelurkan karya melalui alat-alat yang telah legendaris dari awal mulai berdirinya perusahaan ini.
Menelusur Lokananta, belum lengkap kalau sampai tak mendatangi studio rekamannya. Di studio ini kita akan dihadapkan dengan ruang berisi mesin-mesin rekaman yang dihadapannya terdapat pembatas kaca.

Di balik pembatas kaca tersebut terdapat ruang rekaman yang lapang berwarna dominasi merah.

Hingga saat ini studio tersebut masih sering digunakan. Beberapa musisi era kekinian seperti Gleen Fredly pernah juga melakukan rekaman di studio musik ini.

Studio Rekaman Lokananta juga cukup melegenda. Pasalnya di studio ini terdapat speaker yang hanya ada dua di dunia yakni di Lokananta dan yang lain di studio BBC.

Kualitas rekaman di Lokananta juga setingkat lebih bagus daripada studio Abbey Road di London, Inggris. Speaker buatan perusahaan audio milik James Bullough Lancing yang ada di Lokananta, tinggal satu-satunya di dunia.

5. Berisi Alat-alat jadul yang Menjelaskan Perkembangan Musik dan Dunia Penyiaran di Indonesia

Peralatan Lama di LokanantaKOMPAS.com/NUR ROHMI AIDA Peralatan Lama di Lokananta
Di Lokananta juga terdapat ruang koleksi mesin-mesin yang pernah digunakan di Lokananta.

Di dalam ruangan tersebut berjajar mesin-mesin seperti mesin quality control keluaran tahun 1980, pattern generator keluaran tahun 1980, mesin pemotong pita keluaran tahun 1980, VHS Video Recorder keluaran tahun 1990, pemutar piringan hitam keluaran tahun 1970, power amplifier keluaran tahun 1960, dan masih banyak lainnya.

Meski nampak jadul, namun semua alat-alat tersebut masih terlihat terawat. Beberapa bahkan masih bisa digunakan.




Close Ads X