Rencanakan Inovasi Bisnis Pariwisata Saat Pandemi Global Melanda

Kompas.com - 27/03/2020, 16:05 WIB
Turis asing di sawah berundak Ubud, Bali Dok. Biro Komunikasi Publik KemenparekrafTuris asing di sawah berundak Ubud, Bali

Jumlah penderita pandemi global relatif banyak terjadi di perkotaan yang besar RTH-nya relatif kecil.

Selain itu, pada pelaksanaan reklamasi yang terkait pariwisata, disarankan menyediakan pengembangan ruang 5 persen terkait dengan fasilitas umum tanggap bencana, 5 persen terkait fasilitas sosial, dan 5 persen terkait fasilitas umum rusunawa atau rusunami terutama untuk pekerja di sana.

Selanjutnya terkait dengan penanggulangan polusi air, setiap bangunan harus memiliki standar penanganan limbah yang memadai.

Ini untuk mengurangi potensi selokan di sekitar kawasan pariwisata tersebut memiliki limbah beracun yang berbahaya bagi manusia.

Tentu saja program tanggung jawab sosial perusahaan selain difokuskan pada sektor pendidikan juga sebaiknya difokuskan di sektor lingkungan hidup seperti pengolahan sampah daur ulang, pengerukan pengendapan pada sekitar daerah aliran sungai dan penghijauan lingkungan hidup.

Inovasi fasilitas

Terakhir tentu saja inovasi yang berkaitan dengan fasilitas. Ini berkaitan dengan layanan rumah sakit lengkap dengan ruang isolasi khusus pada setiap kawasan wisata terpadu, seperti Taman Impian Jaya Ancol.

Hal yang lebih sederhana dapat diterapkan pada kawasan gedung bertingkat yang mengombinasikan pusat perbelanjaan dengan pusat perkantoran seperti Podomoro Land di Jakarta Barat berkaitan dengan pariwisata.

Pada tempat-tempat ini dapat dilengkapi dengan fasilitas klinik standar sederhana yang dilengkapi dengan ruang isolasi dan dokter jags.

Semua hal ini tentu saja akan memberikan kepercayaan terhadap wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk kembali berkunjung dan bertamasya setelah wabah berlalu.

Terkait hal ini, tentu diharapkan stimulus fiskal ataupun moneter dari pelaku bisnis di bidang pariwisata pada tahun 2020 yang berasal dari pemerintah.

Juga, turut membantu sehingga persiapan perencanaan pada tahun 2021 ini akan jauh lebih baik sampai ke tahap implementasi dan evaluasinya.

Tetap semangat melaksanakan program pemerintah terkait ibadah dari rumah, kerja dari rumah, dan belajar dari rumah karena badai pasti berlalu!

Richard Andrew, SE, MM
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanegara

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X