Aturan Maskapai Saat Corona: Jaga Jarak hingga Awak Kabin Pakai APD

Kompas.com - 11/05/2020, 09:15 WIB
Awak kabisn Emirates gunakan alat pelindung diri saat bertugas di pesawat Dok. EmiratesAwak kabisn Emirates gunakan alat pelindung diri saat bertugas di pesawat

KOMPAS.com – Pandemi virus corona (Covid-19) membuat perubahan pada sejumlah sektor industri, termasuk penerbangan.

Industri jasa satu ini sempat berhenti sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona. Namun, perlahan satu demi satu maskapai penerbangan mulai beroperasi dengan sejumlah perubahan.

Adapun perubahan tersebut yakni mulai mempertimbangkan apa saja yang harus dilakukan untuk kembali bisa membawa penumpang dengan aman.

Langkah pertama yakni membuat para penumpang merasa aman berada di ruangan tertutup berupa pesawat dengan menetapkan regulasi tertentu saat mengudara.

Dilansir dari CN Traveler, selain meningkatkan prosedur pembersihan pesawat, maskapai penerbangan di seluruh dunia mulai mengubah protokol penerbangan mereka.

Mereka mengalokasikan lebih banyak ruang untuk jaga jarak aman bagi setiap penumpang yang berada di dalam pesawat.

Mereka juga mulai meminta para penumpang dan awak kabin untuk memakai alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan.

Berikut ini beberapa kebijakan khusus corona yang ditetapkan oleh maskapai penerbangan di seluruh dunia yang memiliki penerbangan ke Indonesia.

Baca juga: Mudik Tetap Dilarang, Ini Cara Refund Tiket Pesawat pada 6 Maskapai Penerbangan

Pesawat milik maskapai penerbangan Air Canada.SHUTTERSTOCK Pesawat milik maskapai penerbangan Air Canada.
Air Canada

Mulai 15 Mei 2020, Air Canada akan memulai kebijakan pemeriksaan temperatur tanpa kontak dengan menggunakan infrared untuk semua penumpang.

Setiap penumpang yang memiliki demam, dengan suhu di atas 37,5 derajat celsius, tidak akan diperbolehkan masuk ke dalam pesawat.

Mengikuti aturan dari Kementerian Transportasi Kanada, Air Canada juga mengharuskan penggunaan masker atau penutup wajah untuk semua penumpangnya sejak 20 April lalu.

Penutup wajah harus menutupi mulut dan hidung saat berada di gerbang check-in, selama proses boarding, dan selama penerbangan berlangsung.

Selama berada di pesawat, masker bisa dilepas untuk makan dan minum saja, ketika masker oksigen darurat harus dipakai, atau ketika awak kabin menganggap jarak aman sudah dianggap cukup selama penerbangan.

Penumpang juga harus membawa penutup wajah masing-masing. Namun masker tersebut juga tidak harus berupa masker medis, penutup wajah apa pun termasuk syal atau hal serupa juga bisa digunakan, seperti tertera pada laman kebijakan maskapai penerbangan.

Air Canada juga telah menyesuaikan proses boarding mereka untuk meminimalisasi potensi kontak antar-penumpang dengan mengizinkan lebih sedikit penumpang untuk bisa boarding dalam satu waktu.

Selain itu, petugas di gerbang masuk juga mengatur kembali tempat duduk para penumpang untuk menjaga jarak physical distancing.

Baca juga: Bagaimana Jaga Jarak di Maskapai Penerbangan Indonesia?

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X