Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/05/2020, 13:12 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir setiap keluarga di Indonesia akan menyajikan opor pada hari raya Idul Fitri. Nyatanya, opor memang menjadi makanan khas Nusantara yang ditunggu-tunggu ketika Lebaran tiba.

Hidangan berkuah kuning ini biasa disajikan dengan varian makanan lain selain ayam, seperti telur rebus, kentang, ketupat, dan nasi hangat.

Sejarawan kuliner, Fadly Rahman, mengatakan, opor memiliki pengaruh budaya dua negara.

Baca juga: 3 Resep Opor Ayam? Ada Opor Kuning dan Opor Pedas

"Kalau pengaruh opor masuk ke Indonesia ini memang merupakan hasil dari akulturasi atau penyatuan budaya Indonesia dengan budaya asing. Khususnya pengaruh Arab dan India," kata Fadly, mengutip berita Kompas.com, 20 Mei 2019.

Asal mula lahirnya opor

Fadly menjelaskan, orang Indonesia memodifikasi masakan India dan Arab hingga menghasilkan apa yang kini disebut dengan opor.

Ilustrasi opor ayam yang biasa disajikan dengan ketupat saat Lebaran. SHUTTERSTOCK/AMALLIA EKA Ilustrasi opor ayam yang biasa disajikan dengan ketupat saat Lebaran.

"India punya kari, lalu Arab membawa gulai. Kita dengan kreatifnya melakukan modifikasi atau akulturasi budaya India dan Arab itu dengan menghasilkan opor," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan budaya kuliner memasak kari dan gulai pertama kali masuk ke kawasan-kawasan Indonesia yang tersentuh Islam pertama kali.

Baca juga: 3 Tips Memasak Opor Ayam agar Tak Mudah Basi

Pada saat itu, Islam pertama kali dikenalkan oleh orang Arab dan India. Mereka menyentuh kawasan-kawasan pesisir, seperti Sumatera, Selat Malaka, hingga Jawa.

"Nah, ini yang mencirikan ide mengapa opor bisa didapati di wilayah berakar budaya Melayu dan Jawa karena mereka di wilayah pesisir yang pertama kali menerima pengaruh Arab dan India dari abad ke abad," jelas Fadli.

"Lalu pengaruh dalam hal kuliner itu dimodifikasi seperti opor kan menjadi identitas kuliner lokal Indonesia," ungkapnya.

Ilustrasi ketupat dan opor ayam, hidangan khas Lebaran di Indonesia. SHUTTERSTOCK/ODUA IMAGES Ilustrasi ketupat dan opor ayam, hidangan khas Lebaran di Indonesia.

Indonesia biasa menyajikan opor dengan ketupat, mengapa?

Opor biasa disajikan juga dengan ketupat. Ternyata, hal ini sudah terjadi sejak zaman dahulu, tepatnya pada masa pra-Islam.

Menurut Travelling Chef Wira Hardiansyah, ketupat dan opor dipasangkan karena maknanya meminta maaf atas segala kesalahan baik tindakan juga pikiran buruk atas sesuatu atau seseorang.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa opor merupakan bentuk asimilasi budaya orang-orang Nusantara. Konon, opor diadopsi dari Kerajaan Mughal di India.

Baca juga: Kenapa Ketupat Identik dengan Opor Ayam Saat Lebaran? Ternyata Ini Maknanya...

Sajian ini bernama "qorma" yang diambil dari bahasa Urdu, yaitu teknik memasak daging dengan menggunakan yoghurt dan atau susu.

Sementara di Indonesia, sajian qorma diasimilasi menjadi menggunakan santan.
Sajian ini juga mulai masuk Nusantara melalui pesisir.

"Karena catatan abad ke-16 telah ramai saudagar-saudagar India yang berdagang di pesisir pantai," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imlek 2023, Tingkat Hunian Hotel di Kalimantan Barat Naik 85 Persen

Imlek 2023, Tingkat Hunian Hotel di Kalimantan Barat Naik 85 Persen

Travel Update
8 Hotel Murah Dekat Keraton Surakarta, Cuma Rp 200.000-an Per Malam 

8 Hotel Murah Dekat Keraton Surakarta, Cuma Rp 200.000-an Per Malam 

Jalan Jalan
Semesta's Gallery di Jakarta Selatan: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Rute

Semesta's Gallery di Jakarta Selatan: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Rute

Travel Tips
Pengalaman Menjajal Skywalk Kebayoran Lama, Tidak Sampai 10 Menit

Pengalaman Menjajal Skywalk Kebayoran Lama, Tidak Sampai 10 Menit

Travel Update
5 Ide Foto di Simpang Temu Lebak Bulus, Depan Jendela Besar

5 Ide Foto di Simpang Temu Lebak Bulus, Depan Jendela Besar

Travel Tips
Kelenteng Eng An Kiong di Kota Malang Gelar Wayang Potehi Setiap Hari

Kelenteng Eng An Kiong di Kota Malang Gelar Wayang Potehi Setiap Hari

Travel Update
Art Jakarta Gardens 2023 Akan Digelar mulai 7 Februari

Art Jakarta Gardens 2023 Akan Digelar mulai 7 Februari

Travel Update
Syarat WNA Masuk Indonesia, Bisa Ajukan Lewat Molina

Syarat WNA Masuk Indonesia, Bisa Ajukan Lewat Molina

Travel Update
3 Situs Masuk Daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah UNESCO

3 Situs Masuk Daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah UNESCO

Travel Update
Jadi Lokasi Syuting The Last of Us, Ini 5 Pesona Taman Nasional Danau Waterton

Jadi Lokasi Syuting The Last of Us, Ini 5 Pesona Taman Nasional Danau Waterton

Jalan Jalan
Autogate di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Kembali Diaktifkan

Autogate di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Kembali Diaktifkan

Travel Update
Baru Uji Coba, Skywalk Kebayoran Lama Ditutup Lagi

Baru Uji Coba, Skywalk Kebayoran Lama Ditutup Lagi

Travel Update
Rute ke Resto Tepi Pantai Segara by Inessya Gunungkidul, Naik Kendaraan Pribadi

Rute ke Resto Tepi Pantai Segara by Inessya Gunungkidul, Naik Kendaraan Pribadi

Travel Tips
Japan Travel Fair Digelar Lagi di Jakarta, 3-5 Februari 2023

Japan Travel Fair Digelar Lagi di Jakarta, 3-5 Februari 2023

Travel Update
Jadi Lokasi Syuting The Last of Us, Ini 7 Tempat Wisata di Calgary

Jadi Lokasi Syuting The Last of Us, Ini 7 Tempat Wisata di Calgary

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+