Kompas.com - 27/05/2020, 09:40 WIB
Ilustrasi Italia - Cathedral of Santa Maria del Fiore di Firenze, Italia. SHUTTERSTOCKIlustrasi Italia - Cathedral of Santa Maria del Fiore di Firenze, Italia.

KOMPAS.com – Negara-negara Eropa yang paling terdampak oleh virus corona mulai melonggarkan lockdown.

Di Italia, misalnya, menurut News.artnet.com, Selasa (19/5/2020), museum-museum mulai dibuka kembali untuk pertama kalinya kepada publik sejak Maret dengan langkah-langkah pencegahan keamanan baru.

Baca juga: Italia Mulai Membuka Museum pada 18 Mei 2020

Museum Castello di Rivoli di Turin merupakan salah satu yang pertama dari museum nasional yang diizinkan untuk dibuka kembali.

Direktur museum, Carolyn Christov-Bakargiev, menaku optimis dengan langkah-langkah transisi.

“Museum merupakan ruang yang dikontrol secara aman. Mereka sudah didesain untuk melindungi karya seni dari orang-orang. Mengadaptasi hal tersebut untuk melindungi orang dari orang merupakan langkah yang kecil,” tutur Christov-Bakargiev, mengutip News.artnet.com.

Di tempat lain, pertunjukan mulai dilakukan kembali. Pameran Raphael yang sangat dinanti-nanti di Scuderie del Quirinale di Roma merupakan korban awal akibat lockdown.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, pameran ditutup setelah tiga hari dibuka pada Maret meski telah menjual 70.000 tiket. Pameran tersebut mencakup 120 karya Raphael.

Baca juga: Italia Mulai Buka untuk Turis Asing pada Juni 2020

Karya-karya tersebut dipinjamkan oleh 52 museum dan koleksi guna menandakan peringatan 500 tahun kematian seniman Renaisans tersebut.

Art Newspaper menuturkan, hampir seluruh karya yang dipinjamkan telah diperpanjang sesuai kebutuhan. Kini, pameran akan dijalankan mulai 2 Juni – 30 Agustus.

Ilustrasi Italia - Castello di Rivoli.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Italia - Castello di Rivoli.

Pendapatan yang hilang akibat pembatasan pengunjung

Biasanya, museum dipenuhi oleh pengunjung dari seluruh dunia. Namun kini museum akan terasa tenang.

Castello di Rivoli menganggap pergeseran tersebut layaknya Slow Food Movement yang dalam banyak hal membutuhkan kecepatan kerja yang lebih lembut, dan banyak pertimbangan untuk proses.

Baca juga: Protokol New Normal Italia untuk Perjalanan Internasional, Seperti Apa?

“Saya rasa museum bisa menjadi prototipe untuk new normal. Saya harap ini dapat berlangsung selama pandemi karena sebenarnya saya menyukai old normal,” kata Christov-Bakargiev.

Namun, menurunnya jumlah kunjungan akan membuat beberapa museum memiliki masalah finansial.

Pada hari biasa di musim semi, Cathedral of Santa Maria del Fiore di Firenze memiliki jumlah kunjungan sekitar 2.600.

Saat ini mereka hanya memperbolehkan 200 orang untuk berkunjung dalam sehari. Seorang juru bicara museum tersebut mengatakan bahwa mereka sangat khawatir.

“Untuk Opera di Santa Maria del Fiore, institusi swasta yang menaungi monumen Duomo of Florence, ini merupakan situasi yang dramatis. Pendapatan kami berasal dari jumlah penjualan tiket, kami tidak memiliki kontribusi negara,” katanya.

Halaman:
Baca tentang


Sumber artnet
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.