Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita di Balik Solidaritas Hotel untuk Tenaga Medis Covid-19

Kompas.com - 10/06/2020, 16:50 WIB
Nabilla Ramadhian,
Kahfi Dirga Cahya

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Pandemi virus corona (Covid-19) kerap membuat banyak tenaga medis menghadapi stigma negatif di kalangan masyarakat.

Meski tenaga medis merupakan garda terdepan dalam menanggulangi wabah, namun sebagian masyarakat justru menutup mata akan kerja keras mereka.

Direktur Utama RSUD Cengkareng, drg Bambang Suheri, menuturkan, seiring berkembangnya pasien virus corona, sejumlah tenaga medis di rumah sakitnya pun turut mendapatkan stigma negatif dari orang-orang di sekitarnya.

“Kami perhatikan psikologis tenaga (medis) kami. Setelah bertugas lalu pulang ke rumah, mereka banyak cerita dapat stigma (dari masyarakat). Bahkan dari keluarga,” kata Bambang dalam sebuah konferensi pers virtual, Rabu (10/6/2020).

“(Stigma menyebabkan kekhawatiran. Agar tidak membawa virus (ke lingkungan sekitar tempat tingal), mereka membutuhkan tempat tinggal yang nyaman,” lanjutnya.

Baca juga: Ibis Styles Jakarta Airport, Pilihan Hotel Dekat Bandara Soetta

Senada dengan hal tersebut, Direktur Nasional Habitat for Humanity, Susanto Samsudi, menuturkan, para tenaga medis juga berusaha untuk tidak pulang.

Hal ini lantaran mereka takut membawa virus ke lingkungan dan tempat tinggalnya. Alhasil, banyak dari mereka yang tinggal untuk sementara waktu di rumah sakit.

“Banyak berita nasional soal perawat terpaksa tinggal di RS karena warga menolak (mereka pulang). Mereka istirahat (di RS) dengan ala kadarnya,” kata Susanto.

Salah satu jaringan hotel di Indonesia, Accor, bekerjasama dengan Habitat fot Humanity untuk menyediakan tempat bagi para tenaga medis melalui program “Tempat Singgah”.

Accor menyediakan dua propertinya, Ibis Budget Jakarta Daan Mogot dan Ibis Budget Cikini. Bagi tenaga medis RSUD Cengkareng, mereka diarahkan ke Ibis Budget Jakarta Daan Mogot.

Baca juga: Bersantai di Bibir Pantai Novotel Bali Benoa

Susanto mengatakan, salah satu upaya dari Accor untuk menyambut dan memberi semangat kepada para tenaga medis adalah adanya welcome note di setiap kamar yang ditempati.

Hotel sudah memiliki protokol kesehatan yang tepat

Adi Satria, VP Sales Marketing Accor Malaysia, Indonesia, dan Singapura, menuturkan, mereka menerapkan protokol kebersihan dan kesehatan.

Beberapa protokol tersebut, seperti adanya tempat cuci tangan sebelum masuk ke lobi hotel, serta pemeriksaan suhu tubuh.

Sebelum disinggahi, seluruh kamar pun disterilkan secara menyeluruh dan dibersihkan menggunakan disinfektan.

Terkait fasilitas yang diberikan, Adi mengatakan, hal tersebut tersebut berbeda sesuai dengan kebutuhan setiap rumah sakit atau pemerintah.

“Jadi basically, free laundry itu termasuk. Ada juga free wi-fi di seluruh hotel. Tapi ada beberapa yang (selain laundry) hanya mendapat makan pagi, ada yang makan pagi dan siang. Kami mengikuti,” tutur Adi.

Baca juga: PHRI Rilis Buku Panduan Protokol Hotel dan Restoran Era New Normal, Seperti Apa?

Untuk makanan yang sesuai standar gizi, Accor memberikannya di dalam kotak yang ditaruh di atas meja untuk diambil sendiri oleh tenaga medis karena mereka tidak menyediakan layanan kamar.

Selain itu, fasilitas hotel seperti restoran, pusat kebugaran, serta kolam renang pun masih ditutup mengikuti aturan.

Selain dua properti yang telah disebutkan, beberapa properti milik Accor juga sudah dipinjamkan ke beberapa pihak dalam kolaborasi membantu tenaga medis.

Novotel Jakarta Cikini, Mercure Jakarta Cikini, Ibis Styles Jakarta Sunter, dan Ibis Jakarta Senen sudah digunakan dalam kolaborasi bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Sementara Novotel Karawang, Mercure Resort Sanur, dan Ibis Styles Bali Denpasar digunakan dalam kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Daerah (Pemda).

Ada juga Swissotel Jakarta PIK Avenue, Pullman Jakarta Central Park, Grand Mercure Jakarta Kemayoran, Grand Mercure Jakarta Harmoni, Mercure Jakarta Kota, dan Mercure Jakarta Batavia.

Serta Novotel Jakarta Gajah Mada, Novotel Jakarta Manga Dua Square, dan ibis Styles Jakarta Airport yang digunakan sebagai fasilitas karantina dalam kolaborasi bersama Gugus Tugas Covid-19.

Baca juga: Sarapan Indonesia Otentik di Novotel Semarang

 

Novotel KarawangNovotel Karawang Novotel Karawang
Sudah tidak merasa khawatir

Salah seorang perawat RSUD Cengkareng yang bertugas di Ruang ICU Covid-19, Sudarman, menuturkan bahwa dia merasa khawatir terpapar virus corona.

Kendati sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap serta pakaian hazmat, namun hal tersebut tidak mengurangi rasa takut keluarganya.

“Di rumah posisinya ada anak bayi. Istri juga khawatir. Dapat juga stigma dari tetangga. Tapi saya sadar diri. Saya berada di lapangan merawat pasien, saya batasi diri untuk sosialisasi dengan tetangga atau lingkungan sekitar,” kata Sudarman.

“Sebelum saya dapat tempat singgah, anak saya dititipkan di tetangga supaya tidak kontak langsung. Walaupun pulang ke rumah, saya tidak bisa ketemu anak sama sekali,” lanjutnya.

Baca juga: Gandeng Accor Hotels, Kemenparekraf Siapkan Akomodasi untuk 1.100 Tenaga Medis Covid-19

Adanya tempat singgah kini membuat Sudarman merasa nyaman dan tenang. Rasa khawatirnya pun hilang.

Kendati dia merindukan keluarganya, namun dia tetap bisa berkomunikasi walaupun tidak tatap wajah. Rasa nyamannya pun membuatnya bisa bekerja lebih maksimal untuk menangani pasien virus corona.

Ratusan tenaga medis sudah memiliki tempat singgah

Saat ini, Bambang menuturkan, sebanyak 100 tenaga medis RSUD Cengkareng sudah menginap di Ibis Budget Jakarta Daan Mogot.

Sementara menurut data terbaru dari Habitat for Humanity per 8 Juni 2020, sebanyak 834 tenaga medis dari tujuh rumah sakit rujukan di Jakarta dan Surabaya sudah mendapatkan bantuan tempat singgah.

Baca juga: Accor Hotels Siapkan 4 Hotel untuk Tenaga Medis Covid-19

Adapun rumah sakit yang dimaksud adalah RSPAD Gatot Subroto, RSUD Cengkareng, RSUP Persahabatan, RSCM, RS Siloam Surabaya, RS Unair Surabaya, dan RSPI Sulianti Saroso.

Kendati saat ini Accor hanya menyediakan hotel untuk wilayah Jadetabek dan sekitarnya, serta Bali, namun Adi menuturkan mereka ada rencana untuk membantu wilayah Bandung, Surabaya, dan Tangerang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

Jalan Jalan
Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com