Garut Kembali Dibuka, Ini Rekomendasi 8 Tempat Wisatanya

Kompas.com - 12/06/2020, 10:44 WIB
Tebing menjulang tinggi di sisi kanan ketika mulai memasuki daerah kawah Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, Minggu (21/2/2016). KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoTebing menjulang tinggi di sisi kanan ketika mulai memasuki daerah kawah Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, Minggu (21/2/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com – Garut memiliki segudang wisata alam yang indah. Memasuki new normal, kamu mungkin tertarik menikmati keindahan alamnya setelah di rumah saat physical distancing.

Mulai 8 Juni 2020, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut secara resmi telah membuka kembali seluruh tempat wisata alam--kecuali wisata air seperti kolam renang.

Baca juga: Garut Siapkan Protokol New Normal Pariwisata

Jika sudah tidak sabar berlibur, berkunjung ke Garut setelah pandemi virus corona (Covid-10) reda merupakan waktu yang tepat.

Namun, perlu dicatat, Garut memiliki rangkaian protokol kesehatan yang harus dipatuhi guna terhindar dari virus corona.

Berikut daftar 8 tempat wisata di Garut yang patut dikunjungi yang telah Kompas.com rangkum, Kamis (11/6/2020).

1. Gunung Papandayan

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan telah dibuka kembali, seiring dengan resminya pembukaan kembali pariwisata di Garut.

Jika kamu pendaki pemula, gunung sangat cocok bagimu untuk memulai pendakian. Sebab, medannya cenderung landai.

Baca juga: Gunung Papandayan Buka Kembali, Operator Wisata Sudah Terima Pendaki

Kamu juga mudah mendapatkan air dari titik-titik persediaan air bersih yang terus mengalir. Tentunya air tersebut berasal langsung dari mata air Gunung Papandayan.

Mount Cikuray from Cisurupan, Garut.DOK. Disparbud Kab. Garut/ Gunawan Kartapranata Mount Cikuray from Cisurupan, Garut.
2. Gunung Cikuray

Kendati medan terbilang lebih curam dibandingkan Gunung Papandayan, namun bagi kamu yang terbiasa mendaki mungkin sudah tidak sapar untuk menapakkan kaki di Gunung Cikuray.

Pemandangan alam yang ditawarkan pun tidak kalah menarik dari Gunung Papandayan. Selain itu, sebelum mendaki mungkin kamu bisa berkunjung ke Desa Cigedug.

Di sana, masyarakatnya masih mengindahkan tradisi minum teh bernama “nyaneut”. Kendati mungkin Festival Nyaneut tidak diadakan dalam waktu dekat, namun kamu bisa coba tradisi tersebut bersama masyarakat lokal sembari menghirup udara segar kaki Gunung Cikuray.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X