Kawasan Lagoi di Bintan Siap Buka Pariwisata dengan Protokol Kesehatan

Kompas.com - 22/06/2020, 11:15 WIB
Desa Wisata Ekang menawarkan 16 wahana untuk memberikan pengalaman terbaik. Ada Andong Kuda, Taman Kelinci, atau Pondok. Bagi penikmat mancing bahkan bisa puas menuntaskan hobinya di sini. Anda suka panahan? Dok KemenparDesa Wisata Ekang menawarkan 16 wahana untuk memberikan pengalaman terbaik. Ada Andong Kuda, Taman Kelinci, atau Pondok. Bagi penikmat mancing bahkan bisa puas menuntaskan hobinya di sini. Anda suka panahan?


JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bintan menyatakan siap membuka pariwisatanya kembali khusus untuk kawasan wisata Lagoi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bintan Wan Rudy Iskandar dalam Live Streaming "Sosialisasi Kenormalan Baru Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif" Minggu (21/6/2020).

"Kami sudah menyatakan bahwa Bintan sudah siap khusus pada protokol-protokol kawasan wisata Lagoi saja. Hal ini karena kawasan tersebut tertutup," kata Wan.

"Kemarin bupati sudah minta dan mengizinkan wisata Lagoi boleh dibuka, tapi dengan syarat," lanjutnya.

Baca juga: Wisata Bintan Tak Hanya Laut, Ada Desa Wisata yang Unik

Ia menjelaskan, ada beberapa syarat bagi kawasan Lagoi untuk membuka kembali pariwisatanya.

Syarat pertama, pelaku usaha harus menyatakan pernyataan akan melaksanakan protokol kesehatan.

"Ini artinya kami minta komitmen mereka, mulai dari seluruh hotel misalkan mereka harus melaksanakan itu. Terakhir kami cek, kesiapan mereka dan sudah sesuai standar yang diinginkan," jelasnya.

Syarat kedua, kata dia, pihak hotel yang ada di Lagoi wajib melakukan isolasi karyawan selama dua minggu.

Dua wisman terlihat asyik menikmati salah satu tempat pariwisata yaang ada di kawasan Lagoi Bintan, Kepulauan Riau.KOMPAS.com/HADI MAULANA Dua wisman terlihat asyik menikmati salah satu tempat pariwisata yaang ada di kawasan Lagoi Bintan, Kepulauan Riau.

Menurutnya, para karyawan hotel di Lagoi akan melakukan karantina mandiri di dalam kawasan Lagoi saja.

"Mereka tidak akan keluar dari Lagoi selama dua minggu. Ini jadi sesuatu yang menarik, kita beri jaminan bagi wisatawan, pekerja kita tidak akan keluar dari kawasan Lagoi," tuturnya.

Lebih lanjut, Wan menjelaskan, pariwisata Bintan ke depannya akan mengutamakan quality tourism yang sifatnya long stay.

Wisatawan yang diincar Bintan pada nantinya tidak lagi mereka yang datang satu hari atau akhir pekan saja, melainkan mereka yang datang dari Singapura dan sudah betul-betul merindukan berwisata di Lagoi.

"Jadi kami sudah memasarkan juga ke Singapura, bagi warga Singapura yang sudah berbulan-bulan lockdown, bisa ke Bintan nanti," kata Wan.

"Mudah-mudahan pintu ini dibuka, kawasan wisata kita baik itu yang ada di Lagoi itu sudah bisa menerima," tuturnya.

Baca juga: Jumlah Kunjungan Wisman ke Indonesia Pada 2019 Naik 1,88 Persen

Wan melaporkan, 60 persen wisatawan di Lagoi berasal dari wisatawan mancanegara, Singapura, dan 40 persen berasal dari wisatawan nusantara.

"Jadi dari total hampir 1,3 juta wisatawan, 60 persennya itu WNA Singapura," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu sekaligus moderator sosialisasi juga mengatakan, ada tiga destinasi di Indonesia yang menjadi pasar wisman, salah satunya yaitu Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

"Bali itu 40 persen, Kepri itu di dalamnya ada Bintan dan Batam 20 persen, dan Jakarta 30 persen dan 10 persen tersebar di daerah lain," katanya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, jumlah kunjungan wisman menurut pintu masuk, mulai dari bandara Ngurah Rai Bali yaitu sebanyak 6.239.543 orang, pelabuhan Batam sebanyak 1.947.943 orang dan bandara Soekarno-Hatta sebanyak 2.419.196 orang.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X