Rute Terbaru Sriwijaya Air Selama Era New Normal

Kompas.com - 01/07/2020, 16:10 WIB
Maskapai Sriwijaya Air kembali terbang mulai 13 Mei 2020 dengan ketentuan dan syarat tertentu. DOK SRIWIJAYA AIRMaskapai Sriwijaya Air kembali terbang mulai 13 Mei 2020 dengan ketentuan dan syarat tertentu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Sriwijaya Air telah bersiap menyambut era new normal.

"Kami telah siap operasikan lagi beberapa rute domestik mulai 1 Juli 2020," kata Vice President Networking & Revenue Management Sriwijaya Air A Yani Azwar dalam keterangan pers kepada Kompas.com, Rabu (1/7/2020).

Yani melanjutkan, Sriwijaya Air menyambut kondisi new normal saat ini di mana masyarakat pun sudah kian sadar pentingnya menjaga diri dari paparan penyakit.

Plus, lanjut Yani, masyarakat siap kembali terkoneksi ke berbagai wilayah dalam negeri untuk pekerjaan, bisnis maupun menjalin silaturahmi.

Baca juga: Catat, Syarat Terbaru Naik Pesawat Udara

Sriwijaya Air, kata Yani, menerapkan protokol kesehatan secara maksimal dalam setiap penerbangan.

Ia menerangkan, protokol dapat dilihat dari penjualan tiket pesawat yang tersedia melalui online dalam aplikasi maupun situs resmi.

Selain itu, Sriwijaya Air juga menerapkan physical distancing dalam antrian di counter check in, pemeriksaan suhu tubuh penumpang, dan aturan yang mewajibkan penumpang mengenakan masker sampai dengan penyediaan hand sanitizer.

"Penyemprotan disinfektan di kabin pesawat yang membuat penerbangan jadi lebih nyaman," tambah Yani.

Baca juga: Aturan Sriwijaya Air untuk Penerbangan Domestik

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Singapore Airlines Akan Buat Penerbangan Tanpa Tujuan Selama 3 Jam

Singapore Airlines Akan Buat Penerbangan Tanpa Tujuan Selama 3 Jam

Whats Hot
Qantas Tawarkan Wisata di Pesawat Selama 7 Jam Tanpa Tujuan, Mau?

Qantas Tawarkan Wisata di Pesawat Selama 7 Jam Tanpa Tujuan, Mau?

Whats Hot
5 Aktivitas Wisata di Watergong Klaten, Bisa Beli Ikan Segar

5 Aktivitas Wisata di Watergong Klaten, Bisa Beli Ikan Segar

Travel Tips
Perayaan 3 Tahun Panda di Taman Safari Bogor, Ada Edukasi Soal Panda

Perayaan 3 Tahun Panda di Taman Safari Bogor, Ada Edukasi Soal Panda

Whats Hot
Tingkat Hunian Hotel di Kota Bogor Mulai Pulih, Lebih Baik dari Jabar

Tingkat Hunian Hotel di Kota Bogor Mulai Pulih, Lebih Baik dari Jabar

Whats Hot
Pantai Padang Betuah Bengkulu, Tempat Wisata yang Mirip Tanah Lot Bali

Pantai Padang Betuah Bengkulu, Tempat Wisata yang Mirip Tanah Lot Bali

Jalan Jalan
Grojogan Kapuhan Magelang, Tempat Wisata Baru Mirip Air Terjun

Grojogan Kapuhan Magelang, Tempat Wisata Baru Mirip Air Terjun

Jalan Jalan
Wehea-Kelay Dinilai Sukses Terapkan Konservasi Lintas Batas, Apa Itu?

Wehea-Kelay Dinilai Sukses Terapkan Konservasi Lintas Batas, Apa Itu?

Whats Hot
Kisah Dua Perempuan Tangguh yang Gali Potensi Desa untuk Dukung Pariwisata Berkelanjutan

Kisah Dua Perempuan Tangguh yang Gali Potensi Desa untuk Dukung Pariwisata Berkelanjutan

Whats Hot
De’savanna Restaurant yang Unik di Bogor, Bersantap Sambil Ditemani Satwa.

De’savanna Restaurant yang Unik di Bogor, Bersantap Sambil Ditemani Satwa.

Jalan Jalan
25 Tempat Wisata di Palembang, Cocok untuk Liburan

25 Tempat Wisata di Palembang, Cocok untuk Liburan

Jalan Jalan
Itinerary Seharian di Sekitar Watergong Klaten, Puas Main Air

Itinerary Seharian di Sekitar Watergong Klaten, Puas Main Air

Jalan Jalan
Rute dan Harga Menu di Watergong Klaten

Rute dan Harga Menu di Watergong Klaten

Travel Tips
Watergong Klaten, Sungai Kotor yang Kini Jernih dan Penuh Ikan seperti di Jepang

Watergong Klaten, Sungai Kotor yang Kini Jernih dan Penuh Ikan seperti di Jepang

Jalan Jalan
Museum Ahmad Yani, Saksi Bisu Perjalanan Sang Jenderal Korban G30S/PKI

Museum Ahmad Yani, Saksi Bisu Perjalanan Sang Jenderal Korban G30S/PKI

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X