Kompas.com - 13/08/2020, 10:01 WIB
Ilustrasi Bali - Pura Tanah Lot. SHUTTERSTOCKIlustrasi Bali - Pura Tanah Lot.

KOMPAS.com – Gubernur Bali Wayan Koster membentuk Portal Satu Pintu Pariwisata Bali yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali.

Sementara itu, ketentuan lebih lanjut seputar Portal Satu Pintu Pariwisata Bali tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 28 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Pariwisata Bali.

Portal tersebut nantinya akan digunakan sebagai upaya untuk mengintegrasikan seluruh kegiatan pariwisata, meliputi usaha jasa pariwisata, pemerintah, dan masyarakat.

Akan tetapi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa menuturkan bahwa teknisnya akan seperti apa masih dibicarakan lebih lanjut.

Baca juga: Portal Satu Pintu Pariwisata Bali, Apa Itu?

“Saat ini sedang didiskusikan. Portal itu maksudnya menuju pada digitalisasi pariwisata,” kata Putu dalam konferensi pers virtual Tiket.com 9th Anniversary: SEMBILAN (Semangat Kembali Liburan), Rabu (12/8/2020).

Ia melanjutkan, portal itu akan dimanfaatkan sebagai wadah untuk memberi informasi seputar pariwisata Bali dan berbagai promosi di sana kepada wisatawan.

Ilustrasi Bali - Pura yang terletak di Monkey Forest.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Bali - Pura yang terletak di Monkey Forest.

Bentuk konten yang akan disajikan dalam portal masih akan didalami lebih lanjut oleh beberapa pihak terkait, termasuk Dinas Pariwisata Provinsi Bali.

Untuk mendata wisatawan Pulau Bali

Selain digunakan untuk membagikan info seputar pariwisata Bali dan promosi, portal tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mendata kedatangan wisatawan.

Baca juga: Harga Tiket Bali Safari Marine Park 2020, Begini Cara Belinya

Menurut Putu, hingga saat ini pihaknya masih belum bisa mendata secara rinci wisatawan mancanegara (wisman) yang ada di Bali selama pandemi Covid-19.

“Kami koordinasi dengan pihak imigrasi, tidak ada data pasti di mana mereka menginap. Tidak jelas. Ini menginspirasi Gubernur untuk bisa menuju ke persoalan digitalisasi pariwisata,” imbuh dia.

Sawah terasering Tegallalang, Gianyar, Bali, Sabtu (28/4/2018). KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Sawah terasering Tegallalang, Gianyar, Bali, Sabtu (28/4/2018).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X