Kompas.com - 01/09/2020, 09:10 WIB
Sawah dengan sistem terasering di Karangasem, Bali, Rabu (5/10/2011). KOMPAS.com/FIKRIA HIDAYATSawah dengan sistem terasering di Karangasem, Bali, Rabu (5/10/2011).


KOMPAS.com - Selain keindahan pantai dan gunung, Bali juga dikenal sebagai destinasi wisata yang memiliki daya tarik kebudayaan dan masyarakatnya.

Wisatawan bisa berkunjung ke desa adat atau desa wisata untuk melihat dan belajar bagaimana kebudayaan dan kehidupan masyarakat pedesaan di Bali.

Menurut Ketua ASITA Bali, Ketut Ardana, daya tarik Bali yang memiliki desa wisata atau desa adat itu juga telah dilirik wisatawan mancanegara (wisman) sejak era 1970-an.

"Kehidupan di desa masih tetap mereka sukai juga. Penglipuran udah ramai kunjungannya. Mereka akan lebih suka ke desa-desa yang masih belum banyak touristnya," kata Ketut saat dihubungi Kompas.com, Senin (31/8/2020).

Baca juga: Penglipuran, Desa Wisata Bali dengan Sederet Penghargaan

Lantas, desa mana saja yang biasa dikunjungi wisman untuk wisata budaya di Bali?

Ada lima desa yang disebutkan Ketut sebagai desa-desa yang sering dikunjungi wisman saat berada di Bali yaitu Desa Bongkasa Pertiwi Badung, Desa Budakeling, Karangasem, Desa Celuk, dan Desa Mas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut Kompas.com rangkum daya tarik dan informasi seputar kelima desa tersebut

Desa Swing merupakan salah satu Objek Wisata yang menawarkan Swing (ayunan raksasa) sebagai fasilitas utamanyahttp://www.desabongkasa.badungkab.go.id/ Desa Swing merupakan salah satu Objek Wisata yang menawarkan Swing (ayunan raksasa) sebagai fasilitas utamanya

Desa Bongkasa Pertiwi Badung

Desa Bongkasa terletak di Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali. Ternyata, desa ini sudah lama dilirik wisman.

Salah satu daya tarik yang ditawarkan desa ini adalah wisata alamnya yang terdapat di desa Swing. Ada ayunan raksasa, spot foto menarik dengan latar pemandangan alam dan sungai ayung yang bisa wisatawan lihat dan rasakan sendiri.

Melihat situs resmi Desa Bongkasa, desa ini juga memiliki restoran dengan menu andalan mulai dari masakan lokal maupun tradisional.

Baca juga: Denpasar Miliki 6 Desa Wisata Favorit

Sampai di desa ini, wisatawan bisa melihat bentang alam yang masih asri cocok dengan konsep yang diusung pengelola desa Swing yaitu konsep tradisional.

Selain itu, kamu bisa pula menjajal wisata kopi di Desa Bongkasa. Desa ini juga dikenal karena memiliki agrowisata "Bongkasa Coffee Luwak" yang bertempat di Banjar Kedewatan, Desa Bongkasa.

Wisatawan bisa langsung menjajal pengalaman mengolah kopi, edukasi pemeliharaan luwak, hingga dapat merasakan suasana pedesaan tradisional yang masih kental.

 

Desa Wisata Bugbug di Karangasem, Bali.https://disparda.baliprov.go.id/ Desa Wisata Bugbug di Karangasem, Bali.

Karangasem

Ada banyak desa wisata yang terdapat di Kabupaten Karangasem, Bali. Sama seperti desa wisata lainnya, di Karangasem menawarkan eksotik pemandangan alam Bali.

Namun, ada satu desa di Karangasem yang memiliki panorama pantai. Salah satunya Desa Wisata Bugbug.

Desa ini merupakan salah satu desa terbesar di Karangasem yang mempunyai budaya warisan nenek moyang mereka.

Baca juga: Mengenal Karangasem, “The Spirit Of Bali”

Melihat situs resmi Dinas Pariwisata Provinsi Bali, secara geografis, desa ini terletak di daerah pesisir pantai.

Adapun nama pantai yang ada di desa ini seperti pantai Candidasa, pantai selatan atau pasih kelod, dan pantai pasir putih atau yang dikenal bernama Virgin Beach.

Kemudian, wisman juga akan berkunjung ke Desa Wisata Selumbung. Wisatawan menyukai desa ini karena memiliki daya tarik hutan dan bukit yang masih alami.

Selain itu, desa ini juga dikenal dengan nama tempat Yeh Labuh atau Toya Labuh yang mana sebuah tempat air mengalir dan konon disucikan.

Desa Celuk

Selain Desa Budakeling, ada satu desa yang lebih terkenal sebagai penghasil kerajinan perak di Bali, yaitu Desa Celuk.

Desa ini merupakan desa wisata oleh-oleh bagi wisatawan baik mancanegara maupun nusantara.

Wisatawan akan melihat langsung bagaimana proses pembuatan perak dari dekat. Tak hanya kerajinan perak, di desa ini juga dihasilkan kerajinan emas.

Baca juga: 10 Desa Wisata, Buat Kamu yang Jenuh dengan Wisata Instagramable

Kamu juga bisa membeli langsung kerajinan tersebut seperti perhiasan di etalase yang dipajang di beberapa tempat.

Desa ini terdapat di wilayah Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. Jika dari Kota Denpasar, kamu bisa menempuh perjalanan sekitar 30 menit.

Produk yang dihasilkan di sini di antaranya cincin, gelang, kalung, anting-anting, giwang, dan beragam perhiasan emas atau pun perak lainnya.

 

Desa Mas di Ubud, Bali.https://disparda.baliprov.go.id/ Desa Mas di Ubud, Bali.

Desa Mas

Desa berikutnya yang sering dikunjungi wisatawan mancanegara adalah Desa Mas. Desa ini terletak di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Desa Mas sudah lama dikenal wisman maupun nusantara sejak tahun 1930-an. Daya tariknya adalah kerajinan pahat yang dihasilkan dari masyarakat desa.

Baca juga: 4 Desa Wisata Indonesia Mendunia, Yuk Simak Aktivitas Seru di Sana

Melihat situs resmi Dinas Pariwisata Provinsi Bali, sebagian besar penduduk Desa Mas memang menggantungkan hidupnya menjadi pemahat kayu di samping berladang atau bertani.

Desa wisata ini berbasis kerajinan tangan, seni budaya, dan alam persawahan yang masih asri dan menjadi daya tarik wisatawan.

Adapun ketiga hal tersebut yaitu kerajinan tangan, seni budaya dan alam persawahan merupakan aktualisasi dari konsep kehidupan manusia Bali "Tri Hita Karana" artinya kehidupan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam lingkungan.

Desa Budakeling

Bagi wisatawan mancanegara, desa Budakeling sudah begitu dikenal sejak era 1970-an. Namun, bagi wisatawan nusantara masih asing mendengar kata Desa Budakeling.

Desa ini banyak dikunjungi wisman karena merupakan desa penghasil kerajinan perak, selain Desa Celuk.

Desa ini terletak sekitar 7 kilometer sebelah utara Kota Amlapura, Kabupaten Karangasem. Untuk menuju ke sini, dari Kota Denpasar dapat ditempuh perjalanan sekitar 2 jam.

Sebagai salah satu desa berkonsep desa wisata, masyarakat desa juga menyediakan satu sampai dua kamar tidur bagi wisatawan yang ingin menginap.

Ketika wisman berkunjung ke sini, biasanya akan diajak ke pasar tradisional desa hingga berbelanja dan memasak di rumah warga.

Wisman juga akan diajak trekking menyusuri wilayah pedesaan dan melihat aktivitas penduduk. Sementara untuk wisnus biasa, akan berkunjung ke Candidasa, Amed, Taman Ujung dan Tirtagangga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Austria Sambut Wisatawan dari Singapura dan Thailand 24 Juni 2021

Austria Sambut Wisatawan dari Singapura dan Thailand 24 Juni 2021

Travel Update
Sebelum Buka Kembali, Pelaku Wisata di Bantul akan Divaksin

Sebelum Buka Kembali, Pelaku Wisata di Bantul akan Divaksin

Travel Update
11 Wisata Cagar Budaya Yogyakarta Tutup Sementara, Termasuk Prambanan

11 Wisata Cagar Budaya Yogyakarta Tutup Sementara, Termasuk Prambanan

Travel Update
Garuda Dilarang Terbang Sementara ke Hongkong, Ini Kata Dirut Garuda

Garuda Dilarang Terbang Sementara ke Hongkong, Ini Kata Dirut Garuda

Travel Update
Taman Impian Jaya Ancol Tutup Sementara Mulai 24 Juni 2021

Taman Impian Jaya Ancol Tutup Sementara Mulai 24 Juni 2021

Travel Update
Penutupan Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Diperpanjang Hingga 5 juli

Penutupan Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Diperpanjang Hingga 5 juli

Travel Update
Covid-19 Melonjak, Taman Margasatwa Ragunan Tutup Sementara

Covid-19 Melonjak, Taman Margasatwa Ragunan Tutup Sementara

Travel Update
Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao Thailand Sambut Turis Asing 15 Juli

Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao Thailand Sambut Turis Asing 15 Juli

Travel Update
UNESCO Berencana Masukkan Great Barrier Reef Australia ke Daftar Terancam Punah

UNESCO Berencana Masukkan Great Barrier Reef Australia ke Daftar Terancam Punah

Travel Update
Bali Akan Jadi Destinasi Paket Wisata Vaksin Covid-19

Bali Akan Jadi Destinasi Paket Wisata Vaksin Covid-19

Travel Update
Kemenparekraf Luncurkan Paket Wisata Relief Candi Borobudur

Kemenparekraf Luncurkan Paket Wisata Relief Candi Borobudur

Travel Update
Simak! Ini Daftar 4 Hotel Karantina di Kawasan Sanur, Bali

Simak! Ini Daftar 4 Hotel Karantina di Kawasan Sanur, Bali

Travel Update
Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Tutup Mulai 22-28 Juni 2021

Museum dan Destinasi Budaya Jakarta Tutup Mulai 22-28 Juni 2021

Travel Update
4 Hal Menarik Seputar Museum M.H. Thamrin, Bangunan Kaya Sejarah di Jakarta

4 Hal Menarik Seputar Museum M.H. Thamrin, Bangunan Kaya Sejarah di Jakarta

Travel Update
Wisata Boyolali Tutup Sementara, Restoran dan Kafe Masih Buka, tapi...

Wisata Boyolali Tutup Sementara, Restoran dan Kafe Masih Buka, tapi...

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X