Kompas.com - 21/09/2020, 19:07 WIB

KOMPAS.com - Dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta sejak Senin (14/9/2020) tak hanya membuat hotel-hotel di Bandung kehilangan tamu individu asal Ibu Kota.

Dampak lainnya adalah menghilangnya pasar Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Ketua organisasi nonprofit general manager hotel-hotel se-Bandung Raya, yakni Riung Priangan Arief Bonafianto mengatakan, MICE menjadi penghidup perhotelan di hari biasa atau weekday ketika beroperasinya kembali hotel di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Namun karena Jakarta kembali memberlakukan PSBB, hotel-hotel di Kota Bandung lantas kehilangan pasar MICE yang banyak berasal dari Ibu Kota.

Baca juga: PSBB Jakarta, Okupansi Hotel di Jawa Barat Turun Jadi 30 Persen

"Orang datang ke hotel untuk menginap, itu hanya ada di weekend. Nah, kalau weekday, enggak ada tamu, kami pasti mati. Dan yang bisa menghidupkan hotel di weekday itu hanya MICE," kata Arief saat dihubungi Kompas.com, Senin (21/9/2020).

Ia melanjutkan, MICE mampu menghidupkan sektor perhotelan dari segi cashflow, dan okupansi.

Menurut pengakuannya, kini MICE sudah menunda atau membatalkan semua rapat di hotel daerah Kota Bandung maupun Bandung Raya.

Baca juga: Asosiasi Sebut Hotel di Bandung Aman, Terapkan Protokol Kesehatan

Padahal, sambung Arief, sektor hotel baru saja memulai kembali untuk MICE pada periode Agustus dan sudah menerima banyak tamu MICE yang rapat di hotel.

Work from home, MICE tunda rapat di hotel-hotel Bandung

Arief menjelaskan alasan mengapa MICE menunda semua jadwal rapat di hotel daerah Bandung.

Akar masalahnya adalah dari adanya kebijakan work from home kembali yang diberlakukan di Jakarta selama PSBB.

"WFH ini kan artinya mereka tidak boleh ke mana-mana, sedangkan kami tahu bahwa Bandung ini feeder-nya Jakarta. Orang Jakarta, company Jakarta, atau corporate Jakarta, kalau meeting kan banyakan di Bandung. Kalau enggak Bandung, ya Bogor," ujar dia.

Akibat PSBB, orang-orang yang tergabung dalam industri MICE akhirnya tidak bisa bepergian untuk mengadakan rapat di luar rumah.

ILUSTRASI - Kamar HotelShutterstock/Dragon Images ILUSTRASI - Kamar Hotel

"Sekarang gimana caranya dia pergi dari rumah karena sudah ada aturan dari Gubernur DKI Jakarta bahwa ini PSBB," imbuh Arief..

Kebijakan WFH lagi-lagi akan berdampak bagi sektor perhotelan di Bandung yang sudah menerapkan protokol kesehatan di era AKB.

Ia pun sudah mengajak serta anggota Riung Priangan agar berkomitmen menerapkan AKB secara ketat untuk kembali menerima tamu, salah satunya adalah mengeluarkan dana lebih untuk pengadaan disinfektan.

Baca juga: Wisatawan Asal Jakarta Diimbau Tunda Liburan ke Jabar

"Kami sendiri juga aware. Kami takut dengan properti kami. Semua tamu harus cuci tangan, jaga jarak, harus pakai masker, dicek suhu tubuhnya. Itu kami haruskan sebagai membernya Riung Priangan," ujarnya.

Menurut dia, jika situasi memungkinkan dan pihaknya sudah menerapkan protokol AKB, maka rapat tetap bisa diadakan di Bandung.

Imbauan wisatawan DKI Jakarta untuk tidak ke Jabar

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat (Jabar) Deddy Taufik mengimbau agar wisatawan asal DKI Jakarta tidak bepergian dulu ke destinasi wisata di Jabar.

“Episentrum Covid-19 ada di DKI Jakarta. Kami imbau jangan liburan dulu. Jangan sampai episentrum pindah ke Jabar,” kata dia kepada Kompas.com, Rabu (16/9/2020).

Diberlakukannya PSBB Jakarta mengurangi pergerakan wisatawan asal Ibu Kota di Jabar dan memberi dampak terhadap pariwisata Jabar.

Baca juga: Apakah PSBB Jakarta Berdampak pada Pariwisata Jabar?

Pernyataan senada terkait imbauan penundaan juga disampaikan langsung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam wawancara yang diunggah ke laman Youtube KompasTV, Sabtu (19/9/2020).

"Kami sudah sepakat, kebijakan Pak Anies harus didukung untuk pengetatan, salah satunya arus pergerakan. Pergerakannya jangan hanya di Jakarta dibatasi, tapi Bodebek juga. Maka Bodebek dibatasi," kata Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil)

Ia melanjutkan, akan ada evaluasi selama 7 hari apakan dengan kebijakan atau imbauan ini menurunkan epidemologinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.