Mengenal Batik Tiga Negeri, Benarkah Diwarnai di Tiga Kota?

Kompas.com - 05/10/2020, 20:45 WIB
Ilustrasi batik lasem shutterstockIlustrasi batik lasem

KOMPAS.com – Sejumlah daerah di Indonesia menghasilkan motif batik cantik yang memiliki keunikan tersendiri termasuk Lasem, Pekalongan, dan Solo.

Ketua Yayasan Kesengsem Lasem Gilang Surya menuturkan, batik Indonesia sebenarnya memiliki perjalanan yang sangat panjang, bahkan hingga dari zaman Kerajaan Majapahit.

“Batik di Nusantara, khususnya di Jawa, ada batik pesisiran dan pedalaman. Pesisiran ada di Pekalongan, Lasem, dan Cirebon. Pedalaman, atau dikenal batik keraton, contohnya dari Yogyakarta dan Solo,” kata Gilang.

Baca juga: Alasan Batik Indonesia Diakui UNESCO Sebagai Warisan Budaya Dunia

Hal ini diungkapkan dalam tur virtual “Kisah Batik Tiga Negeri Lasem: Merayakan Hari Batik Nasional dengan Menjelajah Lasem secara Virtual”, Jumat (2/10/2020).

Ketiga kota tersebut, ungkap Gilang, memproduksi batik tiga negeri yang memiliki keunikan tersendiri lantaran teknik pewarnaannya yang rumit.

Selain itu, batik tiga negeri juga memiliki banyak motif yang berukuran kecil, serta memiliki unsur batik pesisiran dan pedalaman.

Diwarnai di tiga kota

Batik tiga negeri identik dengan warna merah, biru, dan sogan (cokelat kekuningan).

Mengutip laporan Overzicht van den Economischen toestand der Inlandsche Bevolking Java en Madoera (1904) milik C. T. H. Van Deventer, Gilang mengatakan, warna dihasilkan dari pewarna alami.

Untuk merah, warna dihasilkan dari akar mengkudu. Sementara biru dari daun Indigofera, dan sogan dari kayu tegeran.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X