Program Inisiasi Koridor Sehat antara Bandara Bali dan Korsel Dinilai Bantu Pariwisata Bali

Kompas.com - 09/10/2020, 11:01 WIB
ILUSTRASI - Bandara Ngurah Rai Dok. Biro Komunikasi Publik KemenparekrafILUSTRASI - Bandara Ngurah Rai

KOMPAS.com - Angkasa Pura Airports atau AP I menggandeng Incheon International Airport Corporation (IIAC) yang berbasis di Korea Selatan untuk menjajaki kerja sama terkait penerapan pedoman Inisiasi Koridor Sehat atau Safe Corridor Innitiative (SCI) di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Informasi tersebut disampaikan melalui rilis resmi di situs web Angkasa Pura I pada Kamis (10/9/2020).

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilakukan Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dengan Presiden & CEO IIAC Bon-Hwan Koo secara virtual di kantor masing-masing, yaitu Jakarta dan Incheon.

Faik mengatakan, kerja sama berupaya meyakinkan dan meningkatkan kepercayaan diri masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri untuk kembali melakukan perjalanan udara dengan rasa aman dan nyaman.

Baca juga: Qantas Batalkan Penerbangan Internasional hingga Maret 2021, Termasuk Bali dan Jakarta

"Sehingga nantinya diharapkan dapat kembali meningkatkan pariwisata dan roda perekonomian di Indonesia," ujar dia dalam keterangan rilis tersebut.

Sementara itu, President & CEO IIAC Bon Hwan Koo mengungkapkan alasan memilih Bandara Ngurah Rai sebagai mitra kerja sama Bandara Internasional Incheon.

Menurut dia, bandara Ngurah Rai merupakan salah satu bandara terbesar di Indonesia dan paling banyak dikunjungi turis Korea. Bandara ini dioperasikan mitra utama, yaitu Angkasa Pura I.

"Bandara Bali dipilih sebagai bandara pertama untuk penerapan program SCI. Kami harap kerja sama ini dapat berkontribusi terhadap pemulihan trafik penumpang dan memperkuat kemitraan antara Angkasa Pura Airports dan IIAC," ujarBon Hwan Koo.

Baca juga: Pelaku Pariwisata Bali: Swab Test Lebih Baik untuk Pariwisata Bali

Ia melanjutkan, bandara Incheon telah diakui dunia terkait penanganan karantina bandara pada masa pandemi.

SCI sendiri merupakan aliansi para pengelola bandara yang diinisiasi IIAC guna menjaga keandalan operasional bandara melalui penerapan sejumlah kriteria kesehatan dan keamanan.

Jika lolos asesmen, Bandara Ngurah Rai bisa terima negara-negara anggota SCI

Lalu apa keuntungan yang akan didapatkan pariwisata Bali jika kerja sama tersebut berjalan dengan lancar?

Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Andanina Megasari mengatakan, kerja sama itu memang gagasan dari AP I pusat.

Menurut dia, AP I telah memilih bandara Ngurah Rai sebagai percontohan untuk penerapan SCI ini.

Sunset di Bandara Ngurah RaiShutterstock/I Gede Arya Wisnu Karsana Sunset di Bandara Ngurah Rai

"Jadi, Bali dulu yang akan jadi percontohannya karena memang untuk pariwisata. Cuma, memang yang mengajukan atau prosesnya itu memang ada di kantor pusat (AP I)," kata Andanina kepada Kompas.com, Kamis (8/10/2020).

Terkait proses Safe Corridor Innitiative ini, ia melanjutkan bahwa pihak bandara Incheon akan datang ke Bali untuk melakukan asesmen penerapan protokol kesehatan.

Apabila asesmen tersebut berjalan lancar dan sesuai pedoman Incheon, maka akan terbit sertifikasi untuk bandara Ngurah Rai.

"Nah, nanti bandara Ngurah Rai ini akan jadi anggotanya SCI. Setelah kita jadi anggotanya, maka dari negara-negara lain yang juga menjadi anggota SCI itu bisa traveling ke sini," imbuh Andanina.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X