Diskon Traveler Jadi Strategi Tepat Pemerintah Atasi Dampak Pandemi, Kenapa?

Kompas.com - 23/10/2020, 15:31 WIB
Wisatawan berkunjung ke objek wisata Tamansari, Yogyakarta, Senin (19/10/2020). Di masa pandemi Covid-19, obyek wisata Tamansari menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjungnya. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOWisatawan berkunjung ke objek wisata Tamansari, Yogyakarta, Senin (19/10/2020). Di masa pandemi Covid-19, obyek wisata Tamansari menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjungnya.

KOMPAS.com - Pengamat pariwisata sekaligus Guru Besar Ilmu Pariwisata Universitas Udayana Bali I Gede Pitana menilai, kebijakan pemerintah memberikan diskon pariwisata kepada wisatawan nusantara (wisnus) adalah satu langkah tepat.

Menurut dia, masalah sektor wisata saat pandemi bukan produk atau sumber daya manusia, melainkan pasarnya tidak ada.

"Siapakah pasar itu? Traveler," kata Pitana saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/10/2020).

Ia menilai bahwa pemerintah sudah tepat sasaran "menembak" pasar wisatawan nusantara. Diskon itu bisa memotivasi wisnus melakukan perjalanan wisata.

Baca juga: Pengusaha Hotel, Restoran, dan Pemda akan Dapat Dana Hibah Pemerintah Rp 3,3 Triliun

"Ini sangat bagus karena merangsang orang untuk traveling dan itu manfaatnya sangat luar biasa," ujar Pitana.

Menurut dia, kegiatan berwisata bermanfaat banyak ke beragam sektor, mulai dari ekonomi, sosial budaya, hingga nasionalisme.

Selain itu, ia juga menyoroti pemberian diskon yang akan dilakukan pada 2021 setelah vaksin Covid-19 ada.

Pemerintah, kata dia, telah menimbang betul soal perencanaan pemberian diskon itu yang pemberiannya tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Wisatawan berkunjung ke objek wisata Tamansari, Yogyakarta, Senin (19/10/2020). Di masa pandemi Covid-19, obyek wisata Tamansari menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjungnya.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Wisatawan berkunjung ke objek wisata Tamansari, Yogyakarta, Senin (19/10/2020). Di masa pandemi Covid-19, obyek wisata Tamansari menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjungnya.

"Saya sangat paham bahwa itu diberikan tahun depan. Saya pernah di pemerintahan. Untuk mengalokasikan anggaran itu perlu waktu paling tidak 6 bulan," imbuh Pitana.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa anggaran stimulus pariwisata sebesar Rp 1 triliun akan digelontorkan pada Desember 2020.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X