Protokol Penanganan Wisatawan Serangan Jantung di Pulau Komodo

Kompas.com - 12/11/2020, 19:16 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan BOPLBF melaksanakan famtrip dengan media di kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu, (13/9/2020). (HANDOUT/BOPLBF) HANDOUT/BOPLBFKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan BOPLBF melaksanakan famtrip dengan media di kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu, (13/9/2020). (HANDOUT/BOPLBF)


KOMPAS.com – Wisatawan yang datang ke destinasi wisata bisa berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda. Termasuk memiliki kondisi kesehatan yang berbeda.

Untuk menjamin kesehatan, keselamatan, dan keamanan wisatawan khususnya ketika terjadi masalah pada kesehatan wisatawan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyusun protokol khusus.

Dalam gelaran “Simulasi Health Safety and Security Protocol Destinasi Super Prioritas” yang disiarkan langsung dari Labuan Bajo melalui akun YouTube Kemenparekraf, dilakukan beberapa simulasi penanganan situasi bencana yang mungkin terjadi di Labuan Bajo.

Salah satu yang disimulasikan adalah protokol penanganan jika terjadi serangan jantung terhadap wisatawan di Pulau Komodo.

Baca juga: Labuan Bajo, Destinasi Pertama yang Simulasi Protokol Kesehatan, Keamanan dan Keselamatan

Simulasi Protokol Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan, simulasi kejadian serangan jantung pada wisatawanDok. YouTube Kemenparekraf Simulasi Protokol Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan, simulasi kejadian serangan jantung pada wisatawan

“Simulasi ini merupakan satu uji coba sebuah sistem terpadu yang jadi cikal bakal SOP (Standard Operation Procedure) bidang kesehatan, keamanan, dan keselamatan destinasi pariwisata Indonesia,” jelas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara tersebut, Kamis (12/11/2020).

Nantinya simulasi sejenis akan dilakukan juga di empat destinasi wisata super prioritas yakni Danau Toba, Mandalika, Likupang, dan Borobudur.

1. Wisatawan terkena serangan jantung

Dalam simulasi yang dilakukan di Pulau Komodo tersebut, terlihat sekelompok wisatawan yang baru tiba di gerbang Taman Nasional Komodo (TNK). Petugas kemudian memberikan pengarahan terkait aktivitas wisata di sekitar TNK.

Namun salah satu wisatawan terkena gejala serangan jantung. Petugas kemudian segera melakukan pertolongan pertama.

Pemandu wisata juga mengaktifkan alat pendeteksi marabahaya untuk segera mendapatkan bantuan SAR.

Baca juga: Strawberry Rock, Spot Alternatif Memburu Golden Sunset di Labuan Bajo

2. Pertolongan pertama dan koordinasi

Sementara menunggu evakuasi, ranger TNK melakukan pertolongan pertama pada korban serangan jantung dan berusaha untuk membuat korban sadar.

Posko Terpadu yang mendapatkan sinyal marabahaya tersebut segera berkoordinasi dengan kantor SAR Maumere sebagai kantor SAR yang paling dekat dengan lokasi kejadian untuk mengerahkan unsur SAR.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X