Kapal Terbakar di Labuan Bajo, Ini Protokol Penyelamatannya

Kompas.com - 13/11/2020, 12:17 WIB
Ilustrasi Pulau Kelor Shutterstock/ThrithotIlustrasi Pulau Kelor

 

4. Proses evakuasi laut

Setelah evakuasi dengan helikopter selesai, evakuasi jalur laut pun dilakukan. Ada lima search and rescue unit (SRU) yang sudah tiba di area pencarian. Kelima SRU ini berasal dari Angkatan Laut, Polda NTT, KP Gelatik, dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP)

Para SRU laut akan melemparkan ring boy atau alat apung yang akan membantu korban. Korban mencapai ring boy tersebut dan akan ditarik ke kapal.

SRU menggunakan kapal jenis sea rider. Kapal ini merupakan kapal taktis yang dirancang mampu beroperasi di perairan pantai teluk dan pedalaman sungai dengan fungsi utama sebagai kapal patrol cepat.

Baca juga: 5 Tips Liburan Mewah ke Labuan Bajo, Ini Kisaran Harganya

5. Protokol selesai

Setelah semua korban berhasil diangkut helikopter maupun kapal, maka akan dibawa ke darat. Di dermaga sudah terdapat ambulans yang siap mengangkut para survivor tersebut.

Mereka akan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis lebih lanjut. Para petugas medis ini juga akan memakai alat pelindung diri (APD) yang sesuai untuk mencegah Covid-19.

Jika dipastikan semua survivor sudah dievakuasi, maka SRU Basarnas yang mengibarkan bendera putih. Bendera itu untuk menginformasikan bahwa semua survivor telah berhasil dievakuasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X