Kompas.com - 02/12/2020, 08:05 WIB
Jalur pendakian Gunung Piramid yang dilalui oleh Tim Survei dan Pemetaan Gunung Piramid di Gunung Piramid, Bondowoso, Jawa Timur, Senin (30/11/2020). dok. Tim Survei dan Pemetaan Gunung Piramid (Ichuk Widarsha)Jalur pendakian Gunung Piramid yang dilalui oleh Tim Survei dan Pemetaan Gunung Piramid di Gunung Piramid, Bondowoso, Jawa Timur, Senin (30/11/2020).

 

KOMPAS.com – Tim Survei dan Pemetaan Gunung Piramid di Bondowoso, Jawa Timur melakukan survei untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat bahaya jalur pendakian yang ada.

Salah satu anggota Tim Survei dan Pemetaan Gunung Piramid Ichuk Widarsha menuturkan, berdasarkan hasil pemetaan, gunung tersebut sebenarnya tidak begitu sulit dan dapat dijangkau.

“Tapi tingkat bahayanya sangat tinggi karena kanan dan kiri jurang yang menganga dengan kedalaman sekitar 150-200 meter,” katanya kepada Kompas.com, Selasa (1/12/2020).

Adapun, Tim Survei dan Pemetaan Gunung Piramid terdiri dari sejumlah pendaki gunung profesional dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) dan Wanadri atau Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung.

Baca juga: Gunung Piramid dalam Ingatan Mereka yang Pernah Mendakinya...

Dia melanjutkan, di kanan dan kiri jalur punggung gunung sepanjang 1.100 meter dan selebar lebih kurang 30-50 centimeter tersebut juga tidak ada pepohonan.

Hal ini membuat Gunung Piramid memiliki tingkat bahaya jalur pendakian yang sangat tinggi. Menurut Ichuk, sekalinya pendaki jatuh maka sudah tidak akan tertolong.

Harus ada alat dan operator atau ditutup saja

Ichuk mengatakan bahwa pihaknya memiliki sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah setempat terkait hasil survei tersebut.

“Rekomendasi kami dari hasil survei kemarin, Gunung Piramid wajib dan harus ada peralatan mountaineering untuk pendaki sebagai pengaman,” ungkapnya.

Menurutnya, selama ini terdapat beberapa pendaki yang sering mendaki di sana namun tidak mempertimbangkan keamanan dan sebagainya.

“Padahal kalau pendaki profesional, dengan kondisi seperti itu, wajib hukumnya ada alat pengaman. Itu yang bikin kenapa Gunung Piramid berbahaya,” ucap Ichuk.

 

Jalur pendakian Gunung Piramid yang dilalui oleh Tim Survei dan Pemetaan Gunung Piramid di Gunung Piramid, Bondowoso, Jawa Timur, Senin (30/11/2020).dok. Tim Survei dan Pemetaan Gunung Piramid (Ichuk Widarsha) Jalur pendakian Gunung Piramid yang dilalui oleh Tim Survei dan Pemetaan Gunung Piramid di Gunung Piramid, Bondowoso, Jawa Timur, Senin (30/11/2020).

Tidak hanya harus ada alat pengaman, pemerintah setempat juga harus adakan pemandu gunung profesional di Gunung Piramid.

“Ketua tim survei Agus Saban itu operator (pemandu) Gunung Cartenzs di Papua. Menurutnya tingkat bahayanya hampir sama dengan Cartenzs,” katanya.

Dia melanjutkan, para pendaki yang hendak menuju puncak Cartenzs pun menggunakan alat pengaman dan tidak akan naik jika tidak menggunakan peralatan yang dibutuhkan.

Baca juga: 8 Fakta Seputar Gunung Piramid, Tempat Hilangnya Thoriq

Ichuk menegaskan, apabila alat pengaman dan pemandu tidak dihadirkan di sana, satu-satunya jalan yang tersisa adalah menutup Gunung Piramid untuk kegiatan pendakian.

“Kalau Gunung Piramid dibuka tapi tidak ada alat, operator, dan pemandu yang profesional, maka akan ada korban-korban lain,” pungkas Ichuk.

Sebelumnya, seorang pendaki Gunung Piramid, Bondowoso, Jawa Timur dikabarkan meninggal dunia pada 9 Agustus 2020 karena jatuh dari gunung berketinggian 1.521 meter dari permukaan laut (mdpl).

Sementara pada Juni 2019, seorang pendaki bernama Thoriq Rizki dilaporkan hilang sebelum ditemukan meninggal di jurang Gunung Piramid.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Travel Promo
Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Travel Update
Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Travel Update
Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Travel Promo
Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Travel Update
Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Travel Update
Tradisi Padusan di Klaten Tahun Ini Ditiadakan untuk Cegah Kerumunan

Tradisi Padusan di Klaten Tahun Ini Ditiadakan untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
3 Hotel Ini Re-branding Jadi Penginapan Bercita Rasa Indonesia

3 Hotel Ini Re-branding Jadi Penginapan Bercita Rasa Indonesia

Travel Update
5 Kafe Rasa Bali di Jakarta, Mulai dari Nuansa Ubud hingga Seminyak

5 Kafe Rasa Bali di Jakarta, Mulai dari Nuansa Ubud hingga Seminyak

Jalan Jalan
Cara Naik Kereta Gantung TMII Saat New Normal

Cara Naik Kereta Gantung TMII Saat New Normal

Jalan Jalan
Mudik 2021 Dilarang, 5 Tempat Wisata di Jakarta Ini Bisa Dikunjungi

Mudik 2021 Dilarang, 5 Tempat Wisata di Jakarta Ini Bisa Dikunjungi

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Wisata di TMII Bareng Anak, Main ke Taman Burung

Itinerary Seharian Wisata di TMII Bareng Anak, Main ke Taman Burung

Itinerary
Bandara I Gusti Ngurah Rai Siapkan Layanan GeNose untuk Syarat Terbang

Bandara I Gusti Ngurah Rai Siapkan Layanan GeNose untuk Syarat Terbang

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam Jelajah TMII, Bisa ke Mana Saja?

Itinerary 2 Hari 1 Malam Jelajah TMII, Bisa ke Mana Saja?

Itinerary
komentar di artikel lainnya
Close Ads X