Kompas.com - 21/01/2021, 12:40 WIB
Aktivitas tubing di Desa Wisata Brumbun Dok. Instagram @desa_wisata_brumbunAktivitas tubing di Desa Wisata Brumbun

KOMPAS.comDesa wisata merupakan salah satu berbagai program wisata lain yang akan dipercepat pengembangannya oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Namun selain dari Kemenparekraf, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) juga ingin mengembangkan desa wisata melalui sebuah ekosistem yang saling terhubung.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran KemenkopUKM Victoria Simanungkalit mengatakan, fokus pemberdayaan sektor pertanian, pariwisata, furnitur, dan kuliner akan digabung menjadi suatu kesatuan.

“Kami ingin buat suatu ekosistem yang saling terintegrasi agar suatu sektor tidak jalan sendiri termasuk industri pariwisata. Kita ingin bangun dalam suatu ekosistem yang utuh lewat desa wisata,” ujarnya.

Hal tersebut dia sampaikan dalam webinar Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) bertajuk “Membangkitkan Kembali Pariwisata Indonesia Melalui Wisata Petualangan” pada Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Homestay Desa Wisata Gerupuk, Penginapan Terjangkau Saat MotoGP Mandalika

Terkait pariwisata, Victoria berharap sektor tersebut dapat menghubungkan sejumlah sektor yang telah disebutkan agar bisnis dalam desa wisata bersifat berkelanjutan.

Meski begitu, dia menegaskan, dalam pengembangan ekosistem yang saling terhubung dalam desa wisata tetap akan menerapkan protokol kesehatan yang sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

“Konsep wisata yang saling terhubung antar semua aspek dalam suatu daerah ini yang ingin dikembangkan,” jelas Victoria.

“Usaha itu harus mampu memasukkan potensi-potensi yang ada di wilayahnya. Contoh potensi pertanian, laut, industri kreatif, dipadu menjadi industri pariwisata,” sambungnya.

Baca juga: Wisata Petualangan Bisa Dikembangkan di Desa Wisata

 

Tangkapan layar desa wisata bernama Desa Sumberrejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (10/10/2020).dok. Youtube Kementerian Desa, Pembangunan, Daerah Tertinggal, dan Trasmigrasi Tangkapan layar desa wisata bernama Desa Sumberrejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (10/10/2020).

Untuk industri pertanian dalam desa wisata, Victoria berharap pengembangannya dapat membuatnya menjadi salah satu kegiatan wisata.

Tidak hanya itu, hasil-hasil pertanian juga diharap dapat menjadi penunjang pendapatan masyarakat desa dengan menjadi pemasok bahan baku makanan bagi hotel dan restoran di sekitarnya.

“Ini yang coba dikembangkan jadi usaha yang dapat menarik wisatawan, tapi sekaligus juga bisa meningkatkan ekonomi di daerah-daerah tersebut,” pungkasnya.

Pendampingan Kemenkop

Melalui pendampingan dari Kemenkop yang akan bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait, berdasarkan pemaparan Victoria, potensi pertanian, perkebunan, dan kehutanan dalam suatu desa dapat dikembangkan menjadi wisata agro.

Kemudian, pemanfaatan lainnya adalah hasil panen sebagai pemasok bahan baku hotel dan restoran, serta kawasan hutan dijadikan tempat wisata untuk kegiatan outbond, trekking, edukasi, atau konservasi.

Baca juga: Catat, Itinerary Seharian Liburan di Desa Wisata Cibuntu

Sementara untuk desa yang memiliki potensi laut, pengembangan dapat dilakukan untuk membentuk taman laut, wisata edukasi, budidaya laut seperti perikanan, dan pengolahan hasil laut.

Dalam industri kreatif dan industri kuliner desa wisata, para masyarakat bisa menghasilkan kerajinan tangan seperti tenun atau songket, serta produk makanan dan minuman yang mereka olah.

Untuk bisnis pariwisata, desa wisata dapat menyediakan homestay, juga paket wisata tematik seperti wisata bahari, wisata alam, wisata kuliner, atau wisata agro.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X