Kompas.com - 22/04/2021, 17:08 WIB
Gunung Lawu kembali bertopi  Rabu pagi Sejumlah warga menyaksikan fenomena Gunung Lawu bertopi dari pukul 0600 WIB hingga pukul 0700 WIB. Topi awan di Atas Gunung Lau berbentuk baret. KOMPAS.COM/SUKOCOGunung Lawu kembali bertopi Rabu pagi Sejumlah warga menyaksikan fenomena Gunung Lawu bertopi dari pukul 0600 WIB hingga pukul 0700 WIB. Topi awan di Atas Gunung Lau berbentuk baret.

KOMPAS.com - Asisten Perhutani (Asper)/Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Lawu Selatan (KBKPH), Kesatuan Pemangku Hutan Lawu dan sekitarnya (Ds) bernama Marwoto mengatakan, sebentar lagi pembelian tiket pendakian Gunung Lawu via Cemara Sewu dapat dilakukan secara daring.

“Sebulan lagi kita mau pakai tiket online untuk Cemara Sewu. Kemungkinan pakai jasa MKP, sebuah perusahaan penyedia (penjualan tiket) online,” tuturnya kepada Kompas.com, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: 6 Tips Mendaki Gunung Lawu Saat Musim Hujan, Lewat Cemoro Sewu

Lebih lanjut, Marwoto menjelaskan bahwa nantinya wisatawan bisa mendaftarkan diri secara daring lewat sistem yang saat ini tengah disiapkan dan dirancang.

Dalam sistem tersebut juga nantinya akan disediakan jasa pemandu bagi yang tertarik untuk memanfaatkannya selama pendakian Gunung Lawu.

Rencana sistem daftar online pada 2020

Kompas.com memberitakan, Minggu (16/8/2020), sebuah video yang menunjukkan situasi pos pendakian Gunung Lawu via Cemara Sewu pada hari itu tampak ramai oleh pendaki.

Suatu titik di lereng Gunung Lawu.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Suatu titik di lereng Gunung Lawu.

Adapun, keramaian yang tampak dalam video yang viral tersebut adalah karena mereka ingin merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia pada Senin (17/8/2020),
Video tersebut diunggah oleh banyak media sosial, salah satunya adalah akun Instagram @gunungindonesia.

Baca juga: Telaga Madirda yang Menawan di Kaki Gunung Lawu, Pas untuk Liburan Akhir Pekan

Guna mengantisipasi kembali membludaknya jumlah pendaki, Marwoto dalam berita tersebut mengatakan bahwa pihaknya tengah memikirkan strategi sistem daftar atau registrasi daring.

“Ke depan, akan ada sistem online juga, tapi kami masih buat sistemnya akan seperti apa. Masih dirumuskan bagian IT Lawu Ds,” ungkapnya, Minggu.

Selain penerapan sistem registrasi daring, langkah antisipasi lain yang telah diterapkan hingga kini untuk menghindari penumpukan calon pendaki adalah pembelian tiket diwakilkan oleh satu orang.

Terkait kapan pastinya sistem registrasi daring sudah bisa digunakan, calon pendaki dapat memantau akun Instagram @anakgununglawu atau Facebook atas nama Anak Gunung Lawu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X