Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Filosofi Unik Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemara Sewu

Kompas.com - 23/04/2021, 09:07 WIB
Nabilla Ramadhian,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemara Sewu adalah salah satu jalur favorit para sobat pendaki.

Selain karena medannya yang cukup mudah lantaran sebagian besar jalurnya adalah jalur berbatu, Cemara Sewu juga tidak memiliki banyak jalur yang bercabang.

Jalurnya yang berbatu tersebut membuatnya lebih mudah untuk dilalui jika kamu mendaki saat musim hujan.

Baca juga: Pendaki Pemula Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pendamping, Bagaimana dengan Jalur Lain?

Untuk pemandangannya sendiri, para pendaki yang melintasi jalur ini akan disuguhi panorama indah berupa hamparan Bukit Mongkrang dan Lawu Selatan.

Kendati demikian, di balik medannya yang relatif mudah dan pemandangannya yang apik, ternyata terdapat filosofi yang cukup unik tentang Cemara Sewu.

“Cemara Sewu ini cocok untuk orang-orang yang mendidik dan melatih mental anak-anak karena ada jalur yang menantang,” kata Asisten Perhutani (Asper)/Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Lawu Selatan (KBKPH), Kesatuan Pemangku Hutan Lawu dan sekitarnya (Ds) bernama Marwoto, Kamis (22/4/2021).

Jalur menantang menuju puncak Lawu

Adapun, jalur yang disebut cukup menantang dan cocok dijadikan medan untuk melatih mental adalah jalur dari Pos 3 hingga Pos 5.

Sebab, jalur tersebut memiliki tanjakan yang cukup terjal. Jika diibaratkan, mendaki dari Pos 3 ke Pos 5 sama seperti ketika seseorang sedang berada pada usia 40 tahun.

Pemandangan yang Tersaji dari Pos IV Gunung Lawu via Cemara Sewu.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Pemandangan yang Tersaji dari Pos IV Gunung Lawu via Cemara Sewu.

“Di umur 40 tahun, kalau filosofi hidup, itu di karir dua per tiga. Untuk mencapai puncak karir, ada ujian menantang,” ujar Marwoto.

Dia mengatakan, Pos 4 dalah pos pendakian mendekati puncak Lawu. Alhasil, jalur yang akan dilalui pun akan lebih menanjak jika dibandingkan dengan jalur dari Pos 1 hingga Pos 3.

Baca juga: Tiket Pendakian Gunung Lawu via Cemara Sewu akan Bisa Dibeli Online

Apabila seorang pendaki memiliki mental yang kuat, mereka dapat mencapai Pos 4. Artinya, lanjut dia, mereka bisa sampai ke puncak.

“Kalau tidak kuat, akan kembali turun dan tidak akan melanjutkan perjalanan. Ketika kerja, ada rintangan berat. Kalau di situ dia menyerah, dia tidak akan sampai ke puncak (karir),” jelas dia.

Namun jika mereka berhasil mencapai puncak, maka mereka akan merasakan kepuasan tersendiri karena sudah berhasil melewati jalur yang menantang.

Selain itu, panorama alam yang disuguhi puncak Lawu, serta rasa gembira yang dirasakan pun menurut Marwoto tidak dapat dinilai dengan apa pun.

“Waktu pertama capek, tapi sampai atas puas. Cemara Sewu untuk anak-anak yang memang tujuannya untuk dilatih mentalnya. Melatih mental anak-anak menjadi lebih bagus, dididik untuk kuat,” tutup dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Travel Update
Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Travel Update
Usung Konsep Eco Friendly, Hotel Qubika Bakal Beroperasi Jelang HUT Kemerdekaan RI di IKN

Usung Konsep Eco Friendly, Hotel Qubika Bakal Beroperasi Jelang HUT Kemerdekaan RI di IKN

Hotel Story
Ada Women Half Marathon 2024 di TMII Pekan Ini, Pesertanya dari 14 Negara

Ada Women Half Marathon 2024 di TMII Pekan Ini, Pesertanya dari 14 Negara

Travel Update
5 Tempat Wisata di Tangerang yang Bersejarah, Ada Pintu Air dan Makam

5 Tempat Wisata di Tangerang yang Bersejarah, Ada Pintu Air dan Makam

Jalan Jalan
Dampak Rupiah Melemah pada Pariwisata Indonesia, Tiket Pesawat Mahal

Dampak Rupiah Melemah pada Pariwisata Indonesia, Tiket Pesawat Mahal

Travel Update
4 Tempat Wisata di Rumpin Bogor Jawa Barat, Ada Curug dan Taman

4 Tempat Wisata di Rumpin Bogor Jawa Barat, Ada Curug dan Taman

Jalan Jalan
Rusa Jadi Ancaman di Beberapa Negara Bagian AS, Tewaskan Ratusan Orang

Rusa Jadi Ancaman di Beberapa Negara Bagian AS, Tewaskan Ratusan Orang

Travel Update
5 Rekomendasi Playground Indoor di Surabaya untuk Isi Liburan Anak

5 Rekomendasi Playground Indoor di Surabaya untuk Isi Liburan Anak

Jalan Jalan
Pilot dan Pramugari Ternyata Tidur pada Penerbangan Jarak Jauh

Pilot dan Pramugari Ternyata Tidur pada Penerbangan Jarak Jauh

Travel Update
Desa Wisata Tabek Patah: Sejarah dan Daya Tarik

Desa Wisata Tabek Patah: Sejarah dan Daya Tarik

Jalan Jalan
Komodo Travel Mart Digelar Juni 2024, Ajang Promosi NTT ke Kancah Dunia

Komodo Travel Mart Digelar Juni 2024, Ajang Promosi NTT ke Kancah Dunia

Travel Update
Tips Pilih Makanan yang Cocok untuk Penerbangan Panjang

Tips Pilih Makanan yang Cocok untuk Penerbangan Panjang

Travel Tips
Harapan Pariwisata Hijau Indonesia pada Hari Bumi 2024 dan Realisasinya

Harapan Pariwisata Hijau Indonesia pada Hari Bumi 2024 dan Realisasinya

Travel Update
5 Tips Menulis Tanda Pengenal Koper yang Aman dan Tepat

5 Tips Menulis Tanda Pengenal Koper yang Aman dan Tepat

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com