Kompas.com - 23/04/2021, 18:06 WIB
American Museum of Natural History. WIKIMEDIA COMMONS/INGFBRUNOAmerican Museum of Natural History.

KOMPAS.com - American Museum of Natural History di New York, Amerika Serikat (AS) telah dijadikan sebagai tempat vaksinasi Covid-19.

Melansir Lonely Planet, Selasa (20/4/2021), pengunjung dapat menerima suntik vaksin sambil ditemani patung paus raksasa yang ikonik.

Adapun, tempat wisata tersebut akan membuka lantai dasar museum sebagai tempat pemberian vaksin Covid-19 antara Jumat dan Selasa setiap pekan mulai Jumat (23/4/2021).

Guna menunjukkan pentingnya acara tersebut, patung paus biru akan menggunakan plester sebagai tanda bahwa dia sudah divaksinasi.

Baca juga: Kabar Gembira, Taman Hiburan di Coney Island AS Buka Lagi

Setiap orang yang menerima suntik vaksin di sana akan mendapatkan voucer tiket masuk umum gratis untuk hingga empat orang. Voucer dapat ditukar secara daring untuk kunjungan mendatang.

Adapun, American Museum of Natural History dianggap tempat yang tepat untuk pemberian vaksin Covid-19.

Sebab, museum tersebut didedikasikan untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman ilmiah, serta menyediakan akses kepada publik.

Baca juga: Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Saat ini, tempat wisata tersebut akan melayani seluruh penduduk Kota New York. Mereka yang memilih American Museum of Natural History sebagai tempat untuk menerima suntik vaksin Covid-19 dapat mendaftarkan diri lewat situs NYC COVID-19 Vaccine Finder.

Patung paus biru yang ikonik

Patung paus biru milik American Museum of Natural History yang ikonik letaknya menggantung di langit-langit, dan dikonstruksi pertama kali pada pertengahan 1960-an.

Adapun, patung tersebut diciptakan berdasarkan foto-foto dari paus biru betina yang ditemukan mati pada 1925 di ujung selatan Amerika Selatan.

Patung Paus Biru di American Museum of Natural History.WIKIMEDIA COMMONS/SHANK27 Patung Paus Biru di American Museum of Natural History.

Para seniman museum melakukan renovasi pada patung sepanjang 94 kaki pada 2001. Patung ini terdiri dari 21.000 pon busa dan serat optik.

Ketika mereka memiliki lebih banyak gambar dan rekaman paus biru sebagai referensi, mereka meratakan mata model asli patung yang terlalu menonjol, membenarkan lubang sembur, dan melancipkan ekornya.

Baca juga: 11 Taman Hiburan di Amerika Serikat Ini Akan Segera Buka

Selain itu, mereka juga menambahkan pusar sebagai pengingat salah satu fitur yang dimiliki oleh manusia yang sama dengan mamalia tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X