Kompas.com - 04/05/2021, 08:08 WIB
Ilustrasi Takjil puasa. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi Takjil puasa.

3. Tidak ada penjual takjil

Mayra Najmifajri Safira, pelajar di Ankara Yildirim Beyazit University, mengatakan bahwa dia tidak menemukan penjual takjil selama berada di Turki.

“Di Indonesia bisa sambil ngabuburit beli takjil. Kalau di sini enggak ada. Mau enggak mau harus bikin sendiri,” ujar dia.

Ziyad juga mengatakan hal yang sama. Namun, menurutnya hal tersebut mungkin karena saat ini sedang pandemi.

4. Tempat makan tutup serentak dan hanya jual menu takeaway

Selama kuliah di Turki selama 6-7 bulan, Egis mengatakan bahwa pandemi Covid-19 dan pengetatan lockdown beberapa waktu belakangan membuat tempat makan secara serentak tutup lebih awal.

Jika buka pun mereka hanya menjual makanan untuk takeaway. Selain itu menurut Egis, beberapa makanan di Turki memiliki harga yang cukup mahal.

Baca juga: Tradisi Unik di Turki, Beri Belanjaan di Keranjang Gantung untuk Menolong Lansia

Dengan alternatif masak sendiri dengan mengolah bumbu dan bahanan makanan mentah, cara ini cukup menghemat pengeluaran selama berkuliah di sana. Hal yang sama juga dilakukan oleh Shafanida dan Ziyad bersama teman-teman mereka.

5. Lockdown diperketat, orang-orang sulit pergi keluar rumah

Shafanida mengatakan, salah satu faktor dari sepinya suasana bulan puasa di Turki adalah lockdown yang diperketat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X