Kompas.com - 07/06/2021, 18:06 WIB
Jalan Tembus Selogiri-Manyaran yang masih belum jadi dan berupa jalan setapak, Kamis (27/5/2021). KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAJalan Tembus Selogiri-Manyaran yang masih belum jadi dan berupa jalan setapak, Kamis (27/5/2021).

KOMPAS.com – Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah punya banyak kawasan perbukitan dan hutan yang menyajikan pemandangan indah.

Salah satunya adalah kawasan Pegunungan Gajah Mungkur yang ada di sebelah selatan Kecamatan Selogiri, Wonogiri.

Di tengah-tengah hamparan pegunungan itu, ternyata ada satu jalan, yakni jalan tembus Selogiri-Manyaran yang saat ini belum jadi. Beberapa bagian masih berupa jalan tanah yang tidak bisa dilalui kendaraan.

Baca juga: Serunya Trekking di Jalan Selogiri-Manyaran, Wonogiri yang Belum Jadi

Namun, ternyata jalan yang belum jadi itu bisa dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan trekking menapaki jalan setapak menuju salah satu puncak pegunungan itu.

Kompas.com telah melakukan trekking di sana pada Kamis (27/5/2021) dimulai dari Desa Kepatihan yang ada di Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Berikut ini tips trekking di Jalan Selogiri-Manyaran yang Kompas.com rangkum:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Berangkat pagi

Pagi hari jadi waktu yang pas untuk melakukan trekking menyusuri jalan tembus Selogiri-Manyaran.

Kondisi Jalan Tembus Selogiri-Manyaran, 27 Mei 2021.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Kondisi Jalan Tembus Selogiri-Manyaran, 27 Mei 2021.

Itu karena udara masih sejuk pada pagi hari. Cahaya matahari pagi juga masih belum terlalu panas.

Sebaliknya jika sudah siang, maka sengatan sinar matahari akan begitu terasa, sehingga makin menguras stamina.

2. Lakukan saat cuaca cerah

Trekking menyusuri jalan tembus Selogiri-Manyaran akan melalui jalan setapak yang ada di lereng utara Pegunungan Gajah Mungkur.

Apabila berangkat saat cuaca buruk, seperti hujan deras, maka kondisi jalan akan sulit untuk dilewati. Selain becek, ada beberap bagian jalan yang rawan longsor. Selain itu, pinggir jalan juga banyak pohon yang mungkin bisa roboh saat terkena angin kencang.

Gunung atau Watu Soko dilihat dari Jalan Tembus Selogiri-Manyaran, Kamis (27/5/2021).KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Gunung atau Watu Soko dilihat dari Jalan Tembus Selogiri-Manyaran, Kamis (27/5/2021).

Oleh karena itu, trekking menyusuri jalan tembus Selogiri-Manyaran paling pas dilakukan saat cuaca cerah.

Saat cerah, ketika sampai atas kamu akan disuguhi dengan panorama hamparan terbuka ke arah utara dari ketinggian.

3. Pakai alas kaki yang tepat

Trekking menyusuri jalan tembus Selogiri-Manyaran yang belum jadi ini seperti melakukan pendakian gunung. Jalan setapak dari tanah kebanyakan menanjak, seperti di jalur pendakian gunung.

Jalan setapak dari tanah di jalan tembus Selogiri-Manyaran, WonogiriKOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Jalan setapak dari tanah di jalan tembus Selogiri-Manyaran, Wonogiri

Oleh karena itu, alas kaki yang digunakan saat trekking haruslah tepat. Kamu bisa memakai sepatu atau sandal gunung.

Alas kaki yang tepat selain membuat kaki lebih nyaman, juga meminimalkan risiko terpeleset saat menapaki jalan setapak yang licin.

4. Jangan berburu

Kawasan hutan yang ada di Pegunungan Gajah Mungkur masih cukup asri. Masih banyak burung-burung cantik yang beterbangan ke sana ke mari.

Kawasan hutan di Jalan Tembus Selogiri-Manyaran.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Kawasan hutan di Jalan Tembus Selogiri-Manyaran.

Saat Kompas.com menapaki jalan tersebut, ada burung berwarna biru cerah yang terbang melintas.

Baca juga: 5 Tips Berwisata ke Watu Dukun Manyaran, Wonogiri, Hati-Hati Pakai Google Maps

Tentu saja kondisi itu harus tetap dijaga oleh siapa pun yang melintas di jalan tembus Selogiri-Manyaran, bahkan saat jalan sudah selesai dibangun dan bisa dilalui kendaraan bermotor.

5. Bawa bekal dan air minum

Dari tempat penitipan motor hingga puncak, kamu hanya akan menemukan hutan di kanan-kiri jalan. Warung terakhir ada di bagian jalan yang sudah dicor di bawah. Warung itu hanya buka saat hari libur.

Jalan Tembus Selogiri-Manyaran. Jalan cor habis dan berganti jalan tanah.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Jalan Tembus Selogiri-Manyaran. Jalan cor habis dan berganti jalan tanah.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk membawa bekal dan air minum saat hendak trekking di jalan tembus Selogiri-Manyaran. Selain tidak ada warung, tidak ada sumber air di sepanjang jalan setapak.

Baca juga: Museum Sewu Rai, Wisata ala Jepang di Wonogiri

Hindari air minum kemasan sekali pakai dan wadah bekal dari plastik untuk meminimalkan limbah plastik.

6. Jangan buang sampah sembarangan

Jalan tembus Selogiri-Manyaran melalui kawasan hutan Pegunungan Gajah Mungkur yang masih terjaga keasriannya.

Oleh karena itu, mereka yang melintas harus menjaganya. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah tidak membuang sampah sembarangan.

Baca juga: Watu Dukun Manyaran, Wonogiri, Wisata Instagramable di Tengah Perbukitan

Tidak ada bak sampah sepanjang jalur. Sampah bisa disimpan dahulu dalam tas atau kantung dan dibuang saat menemukan tong sampah ketika perjalanan pulang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.