Kompas.com - 22/06/2021, 15:46 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah, resmi menutup semua obyek wisata Klaten untuk sementara, tetapi hotel, restoran, kafe, bar, dan rumah makan masih diizinkan beroperasi.

Keputusan itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) Kabupaten Klaten Sri Nugroho. 

 

Baca juga: Seluruh Obyek Wisata di Klaten Resmi Tutup Tiap Akhir Pekan

Sri menyampaikan bahwa kebijakan tersebut tertuang dalam Instruksi Bupati Klaten Nomor. 3 Tahun 2021 tentang Percepatan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 pada Kondisi Zona Merah di Kabupaten Klaten.

Tempat makan dengan pemandangan Gunung Merapi dan Dusun Girpasang bernama Kedai Pojok Dusun Kringin, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (dok. Kedai Pojok).dok. Kedai Pojok Tempat makan dengan pemandangan Gunung Merapi dan Dusun Girpasang bernama Kedai Pojok Dusun Kringin, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (dok. Kedai Pojok).

Pada poin 2b tertulis bahwa Kadisparpora Kabupaten Klaten agar menyampaikan kepada pengelola hotel/losmen/homestay, dan sejenisnya agar dapat menerima tamu dengan kewajiban melampirkan hasil pemeriksaan negatif swab antigen/PCR/GeNose yang berlaku dalam kurun waktu 1x24 jam.

Baca juga: Wacana Tempat Wisata di Klaten Tutup Tiap Akhir Pekan Masih Tunggu Arahan Lebih Lanjut

Sementara, pengelola restoran/kafe/bar/rumah makan buka maksimal sampai pukul 21.00 WIB dan menerapkan pembatasan pengunjung, penerapan protokol kesehatan secara ketat, dan mengatur jarak tempat duduk.

Penutupan wisata Klaten sementara

Sebelumnya, Sri menjelaskan bahwa penutupan semua obyek wisata di Klaten juga tertuang dalam Instruksi Bupati Klaten Nomor 3 Tahun 2021 tentang Percepatan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 pada Kondisi Zona Merah di Kabupaten Klaten.

Bendera El Clasico berkibar di Umbul Ponggok, Jawa Tengah.LALIGA Bendera El Clasico berkibar di Umbul Ponggok, Jawa Tengah.

Kebijakan tersebut tertulis dalam poin ke 2a yakni, Kadisparpora Klaten agar mengimbau kepada semua pengelola obyek wisata di Kabupaten Klaten agar menutup obyek wisata yang dikelola, termasuk kegiatan usaha di dalamnya.

Baca juga: Wisata Rowo Jombor Klaten akan Direvitalisasi Mulai 16 Juli 2021

Tertulis juga bahwa kegiatan seni budaya dilarang sementara. Begitu juga pada poin 2f untuk menutup sarana prasarana atau fasilitas olahraga (seperti gedung olahraga, stadion, lapangan, sanggar, dan fasilitas olahraga lainnya) dan melarang adanya kegiatan turnamen kejuaraan.

Adapun kebijakan tersebut dilakukan dalam rangka pengendalian dan upaya percepatan penanggulangan penyebaran virus Covid-19 yang semakin meningkat, dan perubahan zona oranye menjadi zona merah di Kabupaten Klaten.

Baca juga: Wisata Deles Indah Klaten, Bisa Lihat Kawah Gunung Merapi

Surat yang ditandatangani oleh Bupati Klaten Sri Mulyani tersebut berlaku mulai 21 Juni 2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Travel Tips
Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Travel Tips
Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Jalan Jalan
5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

Travel Update
5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Travel Update
Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Jalan Jalan
Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Travel Tips
7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.