Kompas.com - 13/07/2021, 16:16 WIB
Pantai Ngobaran, salah satu obyek wisata di Kabupaten Gunungkidul. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAPantai Ngobaran, salah satu obyek wisata di Kabupaten Gunungkidul.

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Pelaku wisata di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum mendapat bantuan terkait kebijakan penutupan kawasan wisata selama PPKM Darurat. Meski begitu, mereka akan segera divaksin.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono menyampaikan, hingga kini belum ada kebijakan untuk bantuan bagi para pelaku wisata karena kebijakan PPKM darurat yang menutup kawasan wisata sampai 20 Juli 2021.

Baca juga: Vaksinasi Unik di Gunungkidul, Dilakukan di Tempat Wisata dengan Pemandangan Indah

 

Hanya saja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul akan meluncurkan program vaksinasi massal bagi pelaku wisata.

"Untuk jumlahnya, sementara sekitar 1.000 orang pelaku wisata dan jumlah ini masih bisa bertambah. Mungkin besok baru diketahui berapa jumlahnya," kata Harry saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (13/7/2021).

Baca juga: Nekat Datang ke Pantai Saat PPKM Darurat, Puluhan Wisatawan di Gunungkidul Putar Balik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia melanjutkan, nantinya tidak hanya pelaku wisata yang divaksin. Warga sekitar kawasan wisata juga akan ikut didaftarkan vaksinasi. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah Kalurahan setempat untuk kegiatan ini.

Vaksinasi untuk pelaku wisata

 

Rencananya, kegiatan vaksinasi akan dilakukan setelah tanggal 20 Juli 2021 atau selesainya PPKM Darurat.

"Untuk lokasi vaksinasi dipilih Gua Ngingrong, Wonosari. Di sana lokasinya luas dan representatif untuk menampung banyak orang," ujar Harry.

Ilustrasi pantai - Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, Yogyakarta (Shutterstock/Peter Gueth).Shutterstock/Peter Gueth Ilustrasi pantai - Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, Yogyakarta (Shutterstock/Peter Gueth).

Pihaknya sudah mengantisipasi munculnya kerumunan dengan maksimal 50 orang yang akan divaksin per jamnya. Koordinasi dengan gugus tugas penanganan covid dan aparat terkait juga sudah dilakukan.

Baca juga: Tempat Wisata Kembali Ditutup, Pelaku Wisata di Bantul Diminta Legowo

Sementara itu, Kepala Seksi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Markus Purnomo Adi mengatakan bahwa tidak ada bantuan bagi pelaku wisata di Bantul.

Pihaknya merencanakan untuk memberikan vaksinasi terhadap 2.066 pelaku wisata tahap kedua.

Nantinya untuk vaksinasi tahap kedua pihaknya masih menunggu jadwal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.

Baca juga: PPKM Darurat, Bupati Bantul Blokade Jalan Masuk Pantai

 

Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, berupaya agar seluruh pelaku wisata untuk bisa divaksin secepatnya karena sering mendapatkan tamu dari luar daerah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.