Kompas.com - 19/09/2021, 08:13 WIB
Suasana Hutan Pinus Sari, Mangunan, Dlingo, Bantul, Kamis (16/9/2021) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOSuasana Hutan Pinus Sari, Mangunan, Dlingo, Bantul, Kamis (16/9/2021)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Penerapan aturan ganjil genap menuju tempat wisata Pinus Sari, Kalurahan Mangunan, Kapanewon Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebabkan puluhan kendaraan diputar balik.

Adapun pengunjung masih belum banyak selama beberapa hari uji coba.

"Untuk hari Jumat tidak ada (yang diputarbalikkan). Kalau untuk hari ini ada, terdiri dari roda enam sebanyak empat unit, roda empat sebanyak 14 unit dan roda dua sebanyak 26 unit," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul Aris Suharyanta saat dihubungi wartawan, Sabtu (19/9/2021) petang.

Baca juga:

Dijelaskannya, yang paling banyak diputarbalikkan adalah kendaraan bermotor roda dua. Semuanya karena tidak sesuai dengan aturan ganjil genap.

Kebijakan ganjil genap untuk kendaraan bermotor wisatawan masih akan berlangsung hingga hari Minggu (19/9/2021). Adapun kendaraan yang boleh masuk adalah kendaraan dengan pelat nomor ganjil. 

Ketua Koperasi Natawono yang mengelola sejumlah obyek wisata di Dlingo termasuk Pinus Sari, Purwo Harsono, mengatakan, jumlah kunjungan ke kawasan Pinus Sari masih belum maksimal dari jumlah yang ditentukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Uji coba Pinus Sari, Mangunan, Dlingo, Bantul Senin (13/9/2021)KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Uji coba Pinus Sari, Mangunan, Dlingo, Bantul Senin (13/9/2021)

Pada hari Jumat (17/9/2021), ada 755 wisatawan yang datang. Padahal, 25% dari kapasitas Pinus Sari adalah 1.900 orang. Sementara itu, hari Sabtu (18/9/2021) ada 1.356 orang yang datang.

"Kemarin masih sepi, hari ini lumayanlah," kata Ipung, panggilan akrab Purwo Harsono.

Ia mengakui ada kendala jaringan provider saat wisatawan memindai QR code aplikasi PeduliLindungi. Namun hal itu disiasati pihaknya dengan menyediakan Wi-Fi gratis di lokasi pintu masuk Pinus Sari.

Baca juga:

Pihaknya juga masih menunggu pemasangan penguat sinyal dari Pemerintah Kabupaten Bantul.

"Saat ini penguat sinyal kami tambahkan sendiri kemarin sore agar sinyal Wi-Fi tidak putus-putus saat wisatawan scan bercode aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.