Kompas.com - 28/10/2021, 11:12 WIB
Diorama Kongres Pemuda II di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat, DKI Jakarta DOK. Shutterstock Diorama Kongres Pemuda II di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat, DKI Jakarta DOK. Shutterstock

KOMPAS.com - Masyarakat Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober. 

Pada 28 Oktober 1928, muda-mudi tanah air menyuarakan ikrar yang menjadi semangat perjuangan kaum muda. Oleh sebab itu, peringatan Sumpah Pemuda menjadi hari yang penting bagi bangsa Indonesia.

Salah satu tempat wisata yang bisa dituju untuk napak tilas sejarah Sumpah Pemuda adalah Museum Sumpah Pemuda.

Museum tersebut terletak di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. 

Baca juga: Promo DAMRI Khusus Hari Sumpah Pemuda, Ada Cashback Rp 28.000

Biola W.R. Supratman

Wage Rudolf Supratman atau yang lebih dikenal dengan nama W.R. Supratman merupakan pencipta lagu kebangsaan "Indonesia Raya".

W.R. Supratman memiliki andil yang besar dalam pelaksanaan Kongres Pemuda Kedua pada 27-28 Oktober 1928. Untuk pertama kalinya, ia mengumandangkan lagu "Indonesia Raya" di hadapan peserta kongres.

Ia memainkan lagu Indonesia Raya dengan iringan biola miliknya sebelum Putusan Kongres Pemuda atau Sumpah Pemuda diikrarkan.

Melansir situs resmi Museum Sumpah Pemuda, biola tersebut termasuk dalam model amatus dengan ukuran standar.

Tiga jenis kayu digunakan untuk membuat alat musik tersebut. Papan depan berbahan kayu jati Belanda. Papan bagian samping, belakang, leher, dan kepala terbuat dari kayu mapel Italia.

Sementara bagian senar kawat disisipkan kayu eboni yang keras untuk menahan beban senar kawat biola.

Dilansir dari Kompas.com, Senin (28/10/2019), biola yang ada di Museum Sumpah Pemuda merupakan replika lantaran yang asli disimpan di salah satu bagian ruangan museum. 

Baca juga:

Bendera INPO

Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) atau Organisasi Pandu Nasional Indonesia merupakan peleburan Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).

NPO merupakan sebuah organisasi kepanduan yang berdiri di Bandung. Sedangkan JIPO merupakan organisasi kepanduan yang berdiri di Jakarta.

Kedua organisasi kepanduan tersebut kemudian bergabung menjadi INPO pada tahun 1926 di Bandung, Jawa Barat.

Sebagai lambang dari identitasnya, INPO memiliki sebuah bendera berukuran 84 sentimeter (cm) x 120 cm berwarna merah dan putih.

Hingga saat ini, pengunjung bisa menyaksikan bendera tersebut di Museum Sumpah Pemuda.

Monumen Persatuan Pemuda

Museum Sumpah Pemuda, tampak depan. Rumah ini adalah rumah kos yang dipakai para pemuda untuk mengikrarkan Sumpah Pemuda. Rumah ini dulu milik Sie Kong Lian.Laman Museum Sumpah Pemuda, Kemdikbud Museum Sumpah Pemuda, tampak depan. Rumah ini adalah rumah kos yang dipakai para pemuda untuk mengikrarkan Sumpah Pemuda. Rumah ini dulu milik Sie Kong Lian.

Wisatawan juga bisa menemukan monumen Persatuan Pemuda di kawasan museum ini. Monumen tersebut berbentuk sebuah tangan terkepal.

Bentuk dari monumen tersebut menjadi simbol dari persatuan dan kesatuan para pemuda dalam peristiwa Sumpah Pemuda.

Monumen ini dirsmikan oleh Menteri Negara Pemuda dan olahraga Hayono Isman pada 24 Oktober 1994 silam.

Baca juga: Kisah Lagu Indonesia Raya dan Biola WR Supratman di Museum Sumpah Pemuda

Patung beberapa tokoh Sumpah Pemuda

Diorama Kongres Pemuda II di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat, DKI Jakarta DOK. museumsumpahpemuda.kemendibud.go.id Diorama Kongres Pemuda II di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat, DKI Jakarta DOK. museumsumpahpemuda.kemendibud.go.id

Pengunjung juga bisa menjumpai sejumlah patung tokoh Sumpah Pemuda. Beberapa di antaranya adalah W.R. Supratman, Mohammad Tabrani, Prof. Mr. Soenario, dan Muhammad Yamin.

Tokoh-tokoh tersebut berperan penting dalam penyelenggaraan Kongres Pemuda tahun 1928. W.R. Supratman diketahui menjadi sosok pencipta lagu kebangsaan yang dikumandangkan pertama kalinya pada acara tersebut.

Mohammad Tabrani adalah Ketua Kongres Pemuda Pertama. Kongres tersebut digelar pada tahun 1926 dan menghasilkan kesepakatan bersama mengenai kegiatan pemuda.

Prof. Mr. Soenario merupakan tokoh yang menciptakan Ikrar Pemuda pada tahun 1928. Ia jugalah yang ditugaskan meminta izin diselenggarakannya Kongres Pemuda II kepada pemerintah Belanda.

Baca juga: Mengapa Museum Sumpah Pemuda Masuk dalam Tempat Napak Tilas Kemerdekaan Indonesia?

Mohammad Yamin merupakan Sekretaris Panitia Kongres Pemuda II. Ia juga merupakan Ketua Jong Sumatanen Bond dari tahun 1926 sampai 1942.

Wisatawan dapat berkunjung ke Museum Sumpah Pemuda dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB pada hari Selasa hingga Kamis. Sedangkan pada hari Jumat hingga Minggu waktu kunjungan dimulai pada pukul 08.00 sampai 16.30 WIB.

Pengunjung dewasa perlu membayar tiket masuk dengan harga mulai dari Rp 2.000 per orang, sedangkan anak-anak hanya perlu membayar Rp 1.000 per orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Water Blow di Nusa Dua Bali Kembali Dibuka untuk Turis

Water Blow di Nusa Dua Bali Kembali Dibuka untuk Turis

Travel Update
Catat, 5 Tips agar Barang Tidak Ketinggalan Saat Check-Out Hotel

Catat, 5 Tips agar Barang Tidak Ketinggalan Saat Check-Out Hotel

Travel Tips
Lion Air Akan Layani Rute Manokwari-Jayapura PP, Harga Mulai Rp 484.300

Lion Air Akan Layani Rute Manokwari-Jayapura PP, Harga Mulai Rp 484.300

Travel Update
10 Kafe Instagramable Dago Bandung, Bisa untuk Nongkrong dan Kerja

10 Kafe Instagramable Dago Bandung, Bisa untuk Nongkrong dan Kerja

Jalan Jalan
Sering Dilakukan, 16 Kesalahan Mengemas Barang di Koper Saat Liburan

Sering Dilakukan, 16 Kesalahan Mengemas Barang di Koper Saat Liburan

Travel Tips
Rute Menuju Ngopi di Sawah Bogor, Dekat Gerbang Tol Ciawi

Rute Menuju Ngopi di Sawah Bogor, Dekat Gerbang Tol Ciawi

Jalan Jalan
7 Tempat Makan dengan View Laut di Jakarta, Cocok untuk Lihat Sunset

7 Tempat Makan dengan View Laut di Jakarta, Cocok untuk Lihat Sunset

Jalan Jalan
Obelix Hills, Wisata Selfie Kekinian dengan View Keren di Yogyakarta

Obelix Hills, Wisata Selfie Kekinian dengan View Keren di Yogyakarta

Jalan Jalan
Water Blow Peninsula Nusa Dua Kembali Buka untuk Umum, Segini Tiketnya

Water Blow Peninsula Nusa Dua Kembali Buka untuk Umum, Segini Tiketnya

Travel Update
Indonesia dan Kamboja Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pariwisata, Ini 6 Fokusnya

Indonesia dan Kamboja Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pariwisata, Ini 6 Fokusnya

Travel Update
Promo Wisata Garuda Indonesia ke 5 Destinasi Super Prioritas

Promo Wisata Garuda Indonesia ke 5 Destinasi Super Prioritas

Travel Promo
Tren Wisata pada Tahun Macan Air, Ini Penjelasannya Menurut Feng Shui

Tren Wisata pada Tahun Macan Air, Ini Penjelasannya Menurut Feng Shui

Travel Update
Megahnya Predjama, Kastel Terbesar Dunia yang Dibangun di Mulut Gua

Megahnya Predjama, Kastel Terbesar Dunia yang Dibangun di Mulut Gua

Jalan Jalan
Berencana Jalan-jalan? Simak Dulu Peruntungan 12 Shio Sepanjang 2022

Berencana Jalan-jalan? Simak Dulu Peruntungan 12 Shio Sepanjang 2022

Travel Tips
Kenapa Hotel Masih Sediakan Sabun Batang, Ini Alasannya

Kenapa Hotel Masih Sediakan Sabun Batang, Ini Alasannya

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.