Kompas.com - 23/01/2022, 18:03 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Jepang memutuskan mengambil langkah kuasi-darurat untuk membatasi kegiatan sosial dan bisnis di 13 prefektur demi menghindari penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Status ini berlaku mulai Jumat, 21 Januari hingga 13 Februari 2022.

Ketiga belas prefektur tersebut mencakup prefektur Saitama, Chiba, Kanagawa, Gunma, Niigata, Gifu, Aichi, Mie, Kumamoto, Miyazaki, Nagasaki, Kagawa, dan Tokyo.

Melansir The Japan Times, Minggu (23/01/2022), penyebaran infeksi virus tidak melambat sampai hari Rabu kemarin. Bahkan, Tokyo mencatat adanya 7.377 kasus.

Jumlah pasien sakit parah di bawah standar Tokyo mencapai 10 orang, sementara tingkat hunian tempat tidur yang disediakan untuk pasien virus corona mencapai 25,9 persen.

Baca juga: Jepang Majukan Waktu Pemberian Vaksin Booster Covid-19 hingga 2 Bulan

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike mengatakan bahwa ibu kota akan mempertimbangkan untuk menerapkan status kuasi-darurat ketika persentase pasien melebihi 20 persen.

Sementara Gubernur prefektur Osaka, Kyoto dan Hyogo, yang juga mengalami peningkatan jumlah infeksi Covid-19, bertemu secara online pada hari Rabu lalu. Mereka memutuskan akan meminta tindakan darurat bersama-sama jika diperlukan.

Penghitungan harian ketiga prefektur juga sudah cukup tinggi. Hyogo mencapai rekor tertinggi selama dua hari berturut-turut dengan 2.514 kasus, sementara Osaka melaporkan lebih dari 6.000 kasus.

Hokkaido juga akan mempertimbangkan status kuasi-darurat karena kasus harian prefektur melebihi 1.170 untuk pertama kalinya pada hari Rabu.

Baca juga: Tahun Ini, Bunga Sakura di Jepang Bakal Mekar Lebih Awal

Dengan kuasi-darurat, gubernur prefektur dapat meminta restoran dan bar untuk mempersingkat jam kerja, serta berhenti menyajikan alkohol di area tertentu. Bahkan, bisnis yang melanggar dapat didenda hingga 200.000 Yen atau sekitar Rp 25,2 juta.

Penduduk di daerah-daerah ini juga akan diminta untuk tidak bepergian melintasi perbatasan prefektur.

Sebuah sumber juga mengatakan bahwa Tokyo sedang mempertimbangkan untuk meminta restoran dan bar tutup pada pukul 20.00 atau 21.00.

Khusus perusahaan bersertifikat yang telah menyiapkan aturan pencegahan infeksi virus, diperbolehkan menyajikan alkohol hingga jam 8 malam.

Sementara, restoran dan bar yang tidak bersertifikat akan diminta untuk tidak menyajikan alkohol, serta tutup pada pukul 8 malam.

Baca juga: Jepang Akan Luncurkan Aplikasi, Mudahkan Imigrasi dan Karantina

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa Buat Nongkrong dan Ngopi

7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa Buat Nongkrong dan Ngopi

Travel Promo
Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik Hingga Perawatan Wajah

Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik Hingga Perawatan Wajah

Travel Update
Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Travel Update
5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

Jalan Jalan
Pendaki Rinjani Jatuh Mengaku Didorong Perempuan Cantik, Pemandu Imbau 3 Hal Ini

Pendaki Rinjani Jatuh Mengaku Didorong Perempuan Cantik, Pemandu Imbau 3 Hal Ini

Travel Tips
Festival Cahaya di Marina Bay, Ada 20 Instalasi Bertema Lingkungan

Festival Cahaya di Marina Bay, Ada 20 Instalasi Bertema Lingkungan

Jalan Jalan
5 Tempat Berburu 'Sunrise' Eksotis di Perbukitan Pantura NTT

5 Tempat Berburu "Sunrise" Eksotis di Perbukitan Pantura NTT

Jalan Jalan
10 Tempat Ngopi di Trawas, Bisa Santai Sambil Nikmati Panorama Alam

10 Tempat Ngopi di Trawas, Bisa Santai Sambil Nikmati Panorama Alam

Jalan Jalan
Tahun Ini, Dieng Culture Festival Tak Lagi Digelar Online

Tahun Ini, Dieng Culture Festival Tak Lagi Digelar Online

Travel Update
Panduan Berkunjung ke Museum di Tengah Kebun, Wajib Reservasi

Panduan Berkunjung ke Museum di Tengah Kebun, Wajib Reservasi

Travel Tips
KJRI Penang Lirik Kerjasama Pariwisata dengan Kota Batu

KJRI Penang Lirik Kerjasama Pariwisata dengan Kota Batu

Travel Update
Universal Studio Singapore Bakal Punya Wahana Serba Minion

Universal Studio Singapore Bakal Punya Wahana Serba Minion

Jalan Jalan
Lion Air Buka Rute Ambon-Langgur, Pangkas Waktu Tempuh

Lion Air Buka Rute Ambon-Langgur, Pangkas Waktu Tempuh

Travel Update
Simbar Semeru Lumajang, Camping Ditemani Gemuruh dan Lava Pijar Semeru

Simbar Semeru Lumajang, Camping Ditemani Gemuruh dan Lava Pijar Semeru

Jalan Jalan
Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.