Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Halalbihalal Tahun Ini Tanpa Makan dan Minum, Sandiaga Uno Usulkan Ini

Kompas.com - 25/04/2022, 20:37 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Nabilla Tashandra

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, pemerintah telah mengimbau agar pelaksanaan halalbihalal Idul Fitri tahun ini digelar tanpa kegiatan makan dan minum.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 003/2219/SJ tentang pelaksanaan Halalbihalal Pada Idul Fitri Tahun 1443 H/2022 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Jumat (22/04/2022).

Baca juga: Aturan Terbaru, Acara Halalbihalal Lebih 100 Orang Dilarang Makan dan Minum

Menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), imbauan ini dapat dijadikan momentum agar pelaku usaha, khususnya bidang kuliner, untuk berpikir kreatif.

Deputi Bidang Produk Wisata Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa menyampaikan, imbauan tersebut bukan berarti menghambat kegiatan silaturahmi.

"Memang saat ini kita masih terus berhati-hati terhadap penyebaran Covid-19, tidak makan-makan bukan berarti tidak beramah tamah. Jadi makanannya bisa dibungkus," ujar Rizki saat Weekly Press Briefing secara virtual, Senin (25/4/2022).

Baca juga:

Lebih lanjut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menjelaskan bahwa aturan ini menjadi tantangan, khususnya bagi pelaku ekonomi kreatif.

Ia mengusulkan para pelaku ekonomi kreatif agar menyiapkan makanan dengan tampilan yang menarik untuj bisa dibawa pulang.

"Saya justru mengusulkan, ini merupakan tantangan bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menyiapkan makanan dalam kotak atau goodie bag, kue-kue dibuat paket kecil yang cantik, daripada nyomot kaya dulu," ujar Sandiaga.

Dengan demikian, menurutnya, masyarakat tetap bisa melakukan halalbihalal sekaligus taat protokol kesehatan.

"Sehingga kita bisa tetap sungkem (patuh) dengan protokol kesehatan, dengan tidak menimbulkan pemicu penularan dari Covid-19," imbuhnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Muhammad Neil El Himam menyebut adaptasi baru ini mampu membuat perubahan.

Salah satunya membuat pelaku kuliner semakin berinovasi membuat produk-produk olahan beku dengan kemasan yang menarik dan rapi, untuk meningkatkan daya beli.  

Baca juga: 10 Tips Mudik Lebaran yang Aman, Cek Kondisi Rumah dan Kendaraan

Aturan halalbihalal Idul Fitri 2022

Mengutip Kompas.com (24/04/2022), Presiden Joko Widodo mengimbau agar tidak ada makan dan minum saat halalbihalal Idul Fitri tahun ini.

"Pak Presiden memberi catatan terkait kegiatan-kegiatan menjelang halalbihalal nanti, terutama kegiatan untuk halalbihalal diselenggarakan dengan protokol kesehatan dan diimbau tidak ada makan-minum".

"Makan-minum pun harus sesuai dengan jarak dan tempat," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai menghadiri rapat terbatas evaluasi PPKM, Senin (18/4/2022).

 

Ilustrasi lebaran saat pandemiDOK. SHUTTERSTOCK Ilustrasi lebaran saat pandemi

Kemudian, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 003/2219/SJ tentang Pelaksanaan Halalbihalal pada Idul Fitri Tahun 1443 H/2022.

SE yang mengatur jumlah tamu selama halalbihalal tersebut ditandatangani Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Jumat.

Jumlah tamu halalbihalal terbatas

Dalam SE tersebut, untuk daerah berstatus PPKM level 1, tamu yang bisa hadir di acara halalbihalal adalah 100 persen.

Kemudian, 75 persen untuk daerah yang masuk kategori PPKM level 2. Sementara, untuk jumlah tamu yang dapat hadir pada acara halalbihalal di daerah kategori PPKM level 3, adalah 50 persen.

Baca juga: 12 Tips Aman Mudik Naik Bus Lebaran 2022 Bebas Copet

Makanan dan minuman dibawa pulang

Selanjutnya, untuk kegiatan halalbihalal dengan jumlah di atas 100 orang, makanan dan minuman disediakan dalam kemasan yang bisa dibawa pulang.

Selain itu, tidak diperbolehkan ada makanan atau minuman yang disajikan di tempat (prasmanan).

Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi potensi penularan Covid-19 dari potensi kerumunan Lebaran 2022.

Wajib menerapkan protokol kesehatan

Terakhir, pemerintah daerah diminta untuk membuat peraturan lebih lanjut di daerahnya masing-masing, terkait penguatan disiplin protokol kesehatan.

Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak.

Baca juga: Kumpulan Ucapan Hari Raya Idul Fitri, Cocok Dibagikan saat Lebaran

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

Jalan Jalan
Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com