Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/10/2022, 20:34 WIB

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang terjadi selama dua tahun terakhir berdampak terhadap banyak industri, salah satunya pariwisata. 

Meski saat ini situasi pandemi mulai membaik dan berdampak positif terhadap pariwisata, ada beberapa hal yang masih menjadi tantangan besar industri ini ke depannya.

Baca juga:

"Tempat wisata banyak yang tutup dua tahun ini. Kami harus pinjam dana, bertahan hidup, jadi biaya yang dipakai kemarin hanya untuk menutup kebutuhan kemarin," kata Ketua Umum DPP Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), Hans Manansang, saat agenda PUTRI Travel Fair dan Invesment Forum 2022 di Jakarta Aquarium & Safari, Jumat (7/10/2022).

Tantangan industri pariwisata pasca-pandemi

1. Pembiayaan dan investasi

Menurut Hans dan beberapa pelaku industri pariwisata yang hadir dalam acara tersebut, investasi pariwisata menjadi tantangan utama, terlebih selama dua tahun hampir tidak ada pemasukan bagi tempat-tempat wisata. 

"Hal yang kami khawatirkan, masa depan ini membutuhkan dana, investasi, sehingga yang kami butuhkan itu support (dukungan), melalui kolaborasi dengan misalnya perbankan atau pihak-pihak lain," ujarnya.

Baca juga: Negara G20 Ingin Investasi Pariwisata ke Indonesia, Termasuk Rusia

Senada, Sekretaris Jenderal DPP PUTRI Heni Smith mengatakan bahwa meski saat ini sudah memasuki tahap pemulihan, namun para pelaku pariwisata belum dapat memastikan pendanaan masa depan. 

"Tantangan terbesar adalah, dua tahun terakhir kami survive (hidup), tapi dua tahun ke depan enggak ada duit. Ini yang harus kami hadapi, karena selama dua tahun meski (tempat wisata tutup total), enggak mungkin pemeliharaan itu dimatikan," ujar Heni.  

Baca juga: Gunungkidul Yogyakarta Terbuka untuk Investasi Wisata Edukasi

2. Perbaikan infrastruktur dan standar mutu

Hans menjelaskan, selain investasi, ada hal penting yang dibutuhkan para pelaku industri pariwisata dan pihak terkait untuk bangkit kembali. Hal tersebut adalah perbaikan infrastruktur serta standar mutu. 

"Paling penting adalah investasi, dan kedua dari sisi infrastruktur, banyak yang menyampaikan transportasi ke tempat wisata itu susah," tutur dia.

Baca juga: Tiket Pesawat Mahal, Wisatawan Bisa ke Bali Naik Transportasi Darat

Jika dulu wisatawan bisa dengan murah dan mudah menuju ke beberapa tempat, saat ini transportasi ke tempat wisata semakin sulit akibat kenaikan harga-harga, termasuk avtur dan BBM.

Biaya perjalanan yang semakin mahal, menurutnya, tentu saja menjadikan tempat-tempat rekreasi semakin sulit dijangkau. 

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+