Kompas.com - 22/11/2022, 10:24 WIB

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Puluhan pohon yang tumbuh di sepanjang Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, dipersolek dengan balutan kain cual khas Bangka.

Selain memperkenalkan tenun khas daerah, pemasangan kain cual juga untuk memeriahkan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Pasir Padi.

Baca juga:

"Kami menyiapkan sekitar 120 meter kain untuk pohon-pohon tersebut. Nanti setelah penataan pembuatan pedestrian dan lainnya di kawasan ini selesai, akan dilanjutkan dipasang ke pohon-pohon lain," ucap Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang M Yasin, kepada awak media, Senin (21/11/2022).

Program pemasangan kain cual, lanjutnya, mencakup 40 pohon berukuran sedang dan besar di garis pantai yang juga lahan pemerintah sepanjang 500 meter. Motif kain cual warna merah dipilih karena dinilai sebagai ikon Bangka Belitung.

Baca juga: Liburan Keluarga di Pangkalpinang, Nikmati Sensasi Beri Makan Rusa

Salah satu kain cual dicopot orang tidak dikenal

Tampilan kain cual khas Bangka yang membalut pohon di Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (21/11/2022).KOMPAS.com/HERU DAHNUR Tampilan kain cual khas Bangka yang membalut pohon di Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (21/11/2022).

Namun, setelah sepekan terpasang, salah satu kain dicopot orang tidak dikenal. Kain tersebut ukurannya cukup panjang untuk sebatang pohon yakni 2,6 meter.

"Kami duga itu dicopot atau diambil dengan sengaja. Karena pemasangan kain pada pohon sangat kuat, tidak mungkin lepas dengan mudah," ungkap Yasin.

Dia menuturkan, Dinas Pariwisata telah menurunkan petugas untuk patroli setiap harinya. Namun, ternyata petugas kecolongan karena, saat pemeriksaan rutin, diketahui satu pohon yang telah lepas kainnya.

Baca juga:

Yasin belum mengetahui apakah kain tersebut sengaja dilepas atau hilang. Pasalnya, untuk menjaga agar kain tetap melingkar di batang pohon, pihaknya telah memasang perekat yang cukup kuat.

"Kami akan mengganti kain itu. Kalau sekarang hilang satu mungkin kita toleransi. Tapi kalau sudah hilang banyak padahal itu sudah dipasang perekat yang kuat ataupun merusak, maka kami akan melaporkan ke pihak berwajib," tegasnya.

Baca juga: Wisata Pantai Koala Pangkalpinang, Bisa Lihat Jembatan Buka Tutup

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.