Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/08/2023, 06:03 WIB
Nabilla Tashandra

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Pemerintah tengah menjajaki peluang membuka penerbangan internasional langsung dari Yogyakarta International Airport (YIA) ke Australia.

Hal itu dilakukan demi meningkatkan kunjungan wisatawan dari Negeri Kangguru ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Indonesia secara luas. 

"Mohon dukungan dari semua bahwa YIA ini akan kami arahkan untuk penerbangan jarak jauh, jadi salah satu yang menjadi sumber wisatawan mancanegara itu adalah Australia, harus ada penerbangan (langsung) dari Australia," ucap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno kepada media di Yogyakarta, Selasa (29/8/2023), seperti dikutip dari Antara. 

Baca juga: 8 Wisata Sekitar Pantai Depok Yogyakarta, Ada Jembatan Ikonik 

Ia menyebutkan, berdasarkan pernyataan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dalam Rakernaa keempat ASITA di Yogyakarta, rute penerbangan ke Australia yang diupayakan adalah untuk tujuan Perth, Melbourne, dan Sydney. 

"Pak Wagub tadi menyebut Perth, Melbourne dan Sydney, jadi ini yang nanti akan kami upayakan," kata dia.

Penerbangan langsung ke negara lainnya

Tak hanya ke Australia, Sandiaga menyebutkan, upaya penambahan penerbangan internasional dari YIA juga akan dilakukan terhadap negara selain Australia.

Termasuk di antaranya adalah ke Timur Tengah.

"Selain pesawat Garuda terbang langsung ke Madinah, juga kami melihat ada peluang untuk Turkish Air ke Istanbul, Qatar ke Doha, dan juga Emirates menuju Dubai," ucap mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca juga: 7 Perbedaan Bandara Adisutjipto Yogyakarta dan YIA, Jangan Salah 

Menurutnya, komunikasi yang telah dibangun dengan sejumlah maskapai terkait menuai sinyal yang positif.

"Lagi mengupayakan untuk memasukkan jadwal penerbangannya, mudah-mudahan sebelum akhir tahun (2023) atau tahun 2024," kata dia.

Sandiaga menambahkan, penambahan penerbangan internasional langsung diupayakan untuk meningkatkan ketergunaan pesawat di YIA agar mencapai 80 persen.

Baca juga: 5 Pasar Barang Bekas di Yogyakarta, Tempat Berburu Benda Antik

Saat ini, menurutnya, angkanya masih terbilang rendah atau di bawah 60 persen. 

"Kami ingin tingkatkan (utilisasi) lebih tinggi lagi menuju arah 80 persen utilisasinya supaya infrastrukturnya ini semakin memberikan manfaat bagi pariwisata dan ekonomi kreatif di Yogyakarta," tegasnya. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com