Besok, Museum MACAN nan "Instagramable" Dibuka untuk Umum - Kompas.com

Besok, Museum MACAN nan "Instagramable" Dibuka untuk Umum

Silvita Agmasari
Kompas.com - 03/11/2017, 18:06 WIB
Pengunjung melihat lukisan dalam pameran bertajuk ART TURNS. WORLD TURNS. di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN), Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (4/11/2017). Pameran ini menampilkan 90 karya seni dari 800 koleksi Haryanto Adikoesomo mulai dari seni rupa modern Indonesia hingga seni modern dan kontemporer dari seluruh dunia. Pameran terbuka untuk umum pada 4 November 2017 hingga 18 Maret 2018.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pengunjung melihat lukisan dalam pameran bertajuk ART TURNS. WORLD TURNS. di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN), Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (4/11/2017). Pameran ini menampilkan 90 karya seni dari 800 koleksi Haryanto Adikoesomo mulai dari seni rupa modern Indonesia hingga seni modern dan kontemporer dari seluruh dunia. Pameran terbuka untuk umum pada 4 November 2017 hingga 18 Maret 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) untuk pertama kalinya dibuka untuk umum, Jumat (4/11/2017). Museum MACAN tercatat sebagai institusi pertama yang memberikan akses publik terhadap koleksi seni modern dan kontemporer Indonesia serta internasional. 

"Setelah 25 tahun mengumpulkan karya seni, ayah saya tepat 10 tahun lalu memiliki hasrat untuk membuka museum sebagai bentuk timbal balik, mengedukasi masyarakat," kata Chairwoman Yayasan Musem MACAN, Fenessa Adiekoesoemo di acara press tour Musem MACAN, Jakarta, Jumat (3/11/2017). 

Museum MACAN lahir dari seorang kolektor seni sekaligus pengusaha asal Indonesia, Haryanto Adikoesoemo. Selama 25 tahun, pria yang mendapat penghargaan Authenticity, Leadership, Excellence, Quality, Seriousness in Art ini mengumpulkan sekitar 800 karya seni.  Mulai dari seni rupa modern Indonesia hingga seni modern dan kontemporer dari seluruh dunia. 

Pengunjung melihat lukisan dalam pameran bertajuk ART TURNS. WORLD TURNS. di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN), Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (4/11/2017). Pameran ini menampilkan 90 karya seni dari 800 koleksi Haryanto Adikoesomo mulai dari seni rupa modern Indonesia hingga seni modern dan kontemporer dari seluruh dunia. Pameran terbuka untuk umum pada 4 November 2017 hingga 18 Maret 2018.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pengunjung melihat lukisan dalam pameran bertajuk ART TURNS. WORLD TURNS. di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN), Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (4/11/2017). Pameran ini menampilkan 90 karya seni dari 800 koleksi Haryanto Adikoesomo mulai dari seni rupa modern Indonesia hingga seni modern dan kontemporer dari seluruh dunia. Pameran terbuka untuk umum pada 4 November 2017 hingga 18 Maret 2018.
Baca juga : Transformasi Museum Sumpah Pemuda, dari Rumah Kost sampai Toko Bunga

Menempati bagunan dengan total luas 4.000 meter persegi yang dirancang bergaya kontemporer, Museum MACAN siap menjadi pusat pembelajaran seni lewat seni yang dipamerkan sekaligus program yang ditawarkan.

"Kami bertujuan untuk menjalin hubungan antara komunitas lokal dan global untuk membuat program yang berkelanjutan," sebut Fenessa. 

Salah satu inisiatif yang dilakukan lewat MACAN Society, yakni keanggotaan museum yang dibayar tahunan dengan berbagai keuntungan. Seperti tiket masuk harian gratis dan potongan harga untuk pembelanjaan di kafe dan toko museum, diskon tiket masuk untuk seorang teman, serta undangan masuk untuk pratinjau pameran.

Pengunjung melihat lukisan dalam pameran bertajuk ART TURNS. WORLD TURNS. di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN), Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (4/11/2017). Pameran ini menampilkan 90 karya seni dari 800 koleksi Haryanto Adikoesomo mulai dari seni rupa modern Indonesia hingga seni modern dan kontemporer dari seluruh dunia. Pameran terbuka untuk umum pada 4 November 2017 hingga 18 Maret 2018.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pengunjung melihat lukisan dalam pameran bertajuk ART TURNS. WORLD TURNS. di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN), Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (4/11/2017). Pameran ini menampilkan 90 karya seni dari 800 koleksi Haryanto Adikoesomo mulai dari seni rupa modern Indonesia hingga seni modern dan kontemporer dari seluruh dunia. Pameran terbuka untuk umum pada 4 November 2017 hingga 18 Maret 2018.
Baca juga : Sisi Lain Gedung Kramat 106 yang Kini Jadi Museum Sumpah Pemuda

MACAN Society dihargai Rp 300.000 per tahun, pelajar Rp 180.000 per tahun, dan keluarga Rp 750.000 per tahun. Untuk tiket masuk biasa (tanpa keanggotaan) dihargai Rp 50.000 untuk orang dewasa, Rp 40.000 untuk lansia, dan Rp 30.000 untuk anak-anak.

Museum MACAN terletak di Jalan Panjang Nomor 5, Jakarta Barat. Museum ini buka dari Hari Selasa-Minggu, dengan jam operasional mulai pukul 10.00-19.00 WIB. Tutup di hari Senin dan libur nasional. 

Untuk pameran pembuka Museum MACAN menampilkan pameran bertajuk ART TURNS. WORLD TURNS. (SENI BERUBAH. DUNIA BERUBAH.) dan menampilkan 90 karya seni dari 800 koleksi Haryanto Adikoesomo.

Lukisan karya maestro Indonesia dan dunia seperti Raden Saleh, S Sudjojono, Andy Warhol, Cai Guo Qiang, Wang Guangyi dan masih banyak lainnya dapat dinikmati di pameran pertama Museum MACAN.

Pengunjung melihat lukisan dalam pameran bertajuk ART TURNS. WORLD TURNS. di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN), Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (4/11/2017). Pameran ini menampilkan 90 karya seni dari 800 koleksi Haryanto Adikoesomo mulai dari seni rupa modern Indonesia hingga seni modern dan kontemporer dari seluruh dunia. Pameran terbuka untuk umum pada 4 November 2017 hingga 18 Maret 2018.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pengunjung melihat lukisan dalam pameran bertajuk ART TURNS. WORLD TURNS. di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN), Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (4/11/2017). Pameran ini menampilkan 90 karya seni dari 800 koleksi Haryanto Adikoesomo mulai dari seni rupa modern Indonesia hingga seni modern dan kontemporer dari seluruh dunia. Pameran terbuka untuk umum pada 4 November 2017 hingga 18 Maret 2018.

PenulisSilvita Agmasari
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM