Ringkas dan Rumit Sama Lezatnya

Kompas.com - 28/07/2013, 08:49 WIB
Pemimpin Pondok Pesantren Cipasung, Acep Zamzam Nur (kanan), menikmati makanan santri atau dikenal dengan sebutan deungeun santri di kediamannya di Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (18/6/2013). Deungeun santri adalah makanan para santri yang terdiri dari nasi liwet, ikan peda, lalapan, dan sambal. KOMPAS/PRIYOMBODOPemimpin Pondok Pesantren Cipasung, Acep Zamzam Nur (kanan), menikmati makanan santri atau dikenal dengan sebutan deungeun santri di kediamannya di Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (18/6/2013). Deungeun santri adalah makanan para santri yang terdiri dari nasi liwet, ikan peda, lalapan, dan sambal.
EditorI Made Asdhiana
DARI beragam cara urang Sunda mengolah hidangan, nasi liwet menjadi unik karena serba praktis, mudah, cepat, sekaligus lezat. Mirip dengan karakter urang Sunda yang spontan, apa adanya, tidak berbelit-belit.

Setampah besar nasi deungeun santri di dapur Acep Zamzam Noor (53) di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, merebakkan aroma oncom. Wujudnya khas, semua serba kecoklatan dan tercampur aduk satu sama lain.

”Karena orang Sunda suka meringkas, deungeun santri biasa disebut nasi DS. Ini istimewa karena lahir dari kebiasaan santri memasak. Zaman dulu, santri kan hanya mengaji, punya banyak waktu untuk memasak sendiri,” kata Acep, anak almarhum KH Ilyas Ruhiat dari Pondok Pesantren Cipasung, yang juga penyair terkenal itu.

Di tepi balongnya, Acep dan sejumlah santri duduk melingkar dan makan bersama dari tampah yang sama. Tangan Diwan Maldini (15), Muhammad Robbie (16), Hanudy Ramdani (15), Banan Syamsudin (13), dan Dindin Jadit (18) bergantian menjumput nasi DS.

Tiap santri sudah mencomot potongan ikan peda dan menaruhnya bersama sesendok sambal di pinggir tampah agar aman dari comotan tangan lainnya. Nasi yang disajikan adalah nasi liwet, padat menggumpal, sedikit gurih. Oncom memberi rasa segar, mengimbangi rasa asin ikan peda.

Diwan, Robbie, Hanudy, dan dua temannya tak banyak bicara. Mereka sibuk menyantap DS. ”Ini kami sekalian makan siang,” kata Diwan malu-malu.

KOMPAS/PRIYOMBODO Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung Acep Zamzam Nur memasak makanan santri atau dikenal dengan sebutan Deungeun Santri di kediamannya di Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (18/6/2013). Deungeun Santri adalah makanan para santri yang terdiri dari nasi liwet, ikan peda, lalapan dan sambal.
DS sejatinya nasi liwet. ”Memasak nasi liwet itu praktis karena nasi dan aneka bumbu beserta lauknya dimasak bersamaan dalam periuk yang sama. Masak satu kali, mendapat nasi sekaligus lauk. Buat santri cara itu praktis. Kekhasan DS itu, menjelang nasi liwetnya matang, akan ditaburi oncom, diaduk rata. Lauknya, ikan peda,” kata Acep.

Nasinya lelaki

Nasi liwet memang andalan untuk urusan kepraktisan hingga identik sebagai nasinya lelaki. Orang juga mengidentikkan nasi liwet dengan kastrol, periuk aluminium ”zadul” yang menjadi alat ”meramu” nasi liwet.

Seberapa merakyatnya nasi liwet bisa dilihat di sejumlah pinggiran kota di Jawa Barat. Pada masa setelah panen padi, masih banyak terlihat deretan orang duduk ditemani cangkul, linggis, dan kastrol. Merekalah para pekerja musiman yang coba mencari tambahan rezeki di kota.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Naik Jeep Wisata Jelajahi Mangunan, Yogyakarta

Tips Naik Jeep Wisata Jelajahi Mangunan, Yogyakarta

Travel Tips
Pacu Adrenalin, Jelajah Jalur Ekstrem Mangunan-Sungai Oya Naik Jeep Wisata

Pacu Adrenalin, Jelajah Jalur Ekstrem Mangunan-Sungai Oya Naik Jeep Wisata

Jalan Jalan
Keliling Mangunan Naik Jeep Wisata, Berikut Paket Lengkapnya

Keliling Mangunan Naik Jeep Wisata, Berikut Paket Lengkapnya

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Travel Tips
Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Travel Update
PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

Travel Update
Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Travel Update
Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Travel Update
Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Travel Update
5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

Jalan Jalan
Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Travel Update
Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Travel Update
Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X