Jungle Marathon Lintasi Gunung Kerinci

Kompas.com - 07/12/2014, 08:07 WIB
Panorama Gunung Kerinci, dari Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, Kamis(1/3/2012). Gunung Kerinci yang berbentuk strato vulkano, mempunyai karakter letusan bersifat eksplosif, diselingi dengan adanya aliran-aliran lava. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPanorama Gunung Kerinci, dari Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, Kamis(1/3/2012). Gunung Kerinci yang berbentuk strato vulkano, mempunyai karakter letusan bersifat eksplosif, diselingi dengan adanya aliran-aliran lava.
EditorI Made Asdhiana
JAMBI, KOMPAS — Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat menyelenggarakan lomba lari melintasi alam sepanjang kaki Gunung Kerinci di Kabupaten Kerinci, Jambi, 13 Desember mendatang. Tujuannya untuk mempromosikan kecantikan alam Kerinci kepada masyarakat luas.

Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Yohan Hendratmoko di Jambi, Jumat (5/12/2014), mengemukakan, ajang yang diberi nama Jungle Marathon itu mengambil rute melintasi kaki Gunung Kerinci. Lomba dimulai dari perkebunan teh Kayu Aro di Kersik Tuo menuju jalur pendakian Gunung Kerinci. Rute dilanjutkan dengan susur sungai menuju Danau Belibis dan Gunung Labu, Girimulyo, hingga berakhir di pos awal pendakian. ”Sepanjang lintasan akan ditemui beragam obyek alam yang menarik,” ujar Yohan.

Menurut Yohan, Jungle Marathon diharapkan akan meningkatkan kunjungan wisatawan, terutama wisatawan yang punya minat khusus pada alam dan petualangan. Di sepanjang rute yang masuk dalam kawasan taman nasional ini, peserta lomba dapat menemui sejumlah flora fauna endemik, seperti simpai, pinus sumatera, dan kantong semar.

Selain itu terdapat pula beragam jenis burung, seperti Schneider pitta, burung endemik yang dapat ditemui di ketinggian 900-2.400 meter di atas permukaan laut (mdpl), serta elang kepala putih yang menjadi khas di wilayah Kerinci.

Yohan menyebutkan, peserta lomba disyaratkan berkelompok. Setiap kelompok berjumlah lima orang. Sejauh ini, lanjut Yohan, peserta yang telah mendaftar tidak hanya dari wilayah Kerinci, tetapi ada juga dari Padang, Jambi, dan Jakarta.

TNKS memiliki keindahan alam yang sangat beragam, mulai dari pegunungan, hutan dataran tinggi, rawa, danau, air panas, hingga air terjun. Salah satunya seperti Danau Gunung Tujuh, kini bahkan sedang didaftarkan untuk masuk dalam The New9wonderful of Indonesia. Danau Gunung Tujuh menjadi magnet di antara gunung-gunung vulkanik yang mengelilinginya di ketinggian 1.950 mdpl seluas 12 kilometer persegi.

Adapun jumlah wisatawan ke Gunung Tujuh rata-rata 200 orang per bulan, sedangkan yang mendaki Gunung Kerinci sekitar 100 orang. Namun, kunjungan biasanya meningkat pada akhir tahun, mencapai 1.500 orang dalam semalam.

Ada sejumlah penginapan yang bisa dimanfaatkan wisatawan sebelum mendaki gunung. Letak penginapan persis di tepi perkebunan teh Kayu Aro di Kersik Tuo, dan hanya berjarak satu kilometer dari pos awal pendakian. (ITA)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X