Kompas.com - 15/03/2015, 15:20 WIB
Anak-anak dan para remaja penghayat Ugamo Malim atau disebut sebagai kaum Parmalim mengikuti lomba menari tortor di pelataran Bale Pasogit, pusat peribadatan Parmalim di Desa Huta Tinggi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat (20/2/2015). KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSOAnak-anak dan para remaja penghayat Ugamo Malim atau disebut sebagai kaum Parmalim mengikuti lomba menari tortor di pelataran Bale Pasogit, pusat peribadatan Parmalim di Desa Huta Tinggi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat (20/2/2015).
EditorI Made Asdhiana

Barulah saat surya tepat di atas kepala, upacara dimulai dengan masuknya Ihutan, pimpinan umat Parmalim, ke Bale Partonggoan. Lazimnya tradisi Batak Kuno, bahan-bahan untuk pelean berasal dari hewan atau hasil pertanian terpilih.

Pelean lalu dibawa ke lantai dua Bale Partonggoan secara berantai. Di tempat ini, Raja Ihutan memastikan letak dan arah pelean. Selanjutnya, dia akan kembali turun untuk memimpin upacara Sipaha Sada yang berlangsung khidmat sekitar lima jam.

Ihutan Parmalim, Raja Manokkok Naipospos, mengatakan, dalam sejarah, generasi muda memegang peran penting dalam perjuangan kaum Parmalim yang menyembah Debata Mulajadi Nabolon sebagai Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa. Itu dimulai dari perlawanan Sisingamangaraja XII, raja muda Batak yang juga pemeluk Ugamo Malim, untuk melindungi adat istiadat mereka dari pengaruh Barat dan kaum Padri di Tanah Minang.

Setelah Sisingamangaraja mangkat pada 1907, pengikut Parmalim yang lalu dipimpin Raja Mulia Naipospos, kakek Raja Manokkok, membangun sekolah Parmalim, semacam asrama bagi generasi muda. Di sini, selain nilai-nilai dan tradisi Batak, mereka diajari pula berhitung hingga bahasa asing.

Sekolah itu ditutup pada 1945 seiring Indonesia merdeka. Namun, jalan terjal ternyata masih menghadang sekitar 6.000 penganut Parmalin di penjuru Nusantara dalam melindungi tradisi dan keyakinan.

Mereka seolah terpinggirkan oleh bangsa sendiri, dengan sulitnya pengurusan catatan sipil administrasi pemerintahan. Seakan penghayat kepercayaan di luar bingkai hukum negeri ini. Kembali lagi ditelan sunyi, kaum Parmalim erat merawat tradisi tanpa lupa identitas keindonesiaan mereka. (Gregorius Magnus Finesso)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Nataru, DIY Siapkan 500 Personel untuk Awasi Tempat Wisata dan Penyekatan

Libur Nataru, DIY Siapkan 500 Personel untuk Awasi Tempat Wisata dan Penyekatan

Travel Update
4 Etika Bawa Tas Ransel di Pesawat, Jangan Sampai Memukul Orang Lain

4 Etika Bawa Tas Ransel di Pesawat, Jangan Sampai Memukul Orang Lain

Travel Tips
Kongres ke-V JKPI di Bogor, 40 Kepada Derah akan Bahas Isu Budaya dan Sejarah

Kongres ke-V JKPI di Bogor, 40 Kepada Derah akan Bahas Isu Budaya dan Sejarah

Travel Update
Desa Nglanggeran di Yogyakarta Raih Gelar Desa Wisata Terbaik Dunia UNWTO 2021

Desa Nglanggeran di Yogyakarta Raih Gelar Desa Wisata Terbaik Dunia UNWTO 2021

Travel Update
Tutup Hampir 2 Tahun, Fiji Siap Sambut Turis Asing

Tutup Hampir 2 Tahun, Fiji Siap Sambut Turis Asing

Travel Update
6 Tips Tidur Nyenyak di Pesawat yang Bisa Dicoba

6 Tips Tidur Nyenyak di Pesawat yang Bisa Dicoba

Travel Tips
Atlantis Water Adventure Ancol Sudah Buka, Simak 7 Syarat Berkunjungnya

Atlantis Water Adventure Ancol Sudah Buka, Simak 7 Syarat Berkunjungnya

Travel Update
Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Travel Update
Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Travel Update
Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Travel Update
Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Travel Update
Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Travel Update
Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Travel Update
Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Travel Update
Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.