Kompas.com - 22/02/2018, 10:40 WIB
Pengunjung Gunung Papandayan menyaksikan pemandangan kawah dari menara pandang yang sengaja dibangun pengelola, Sabtu (30/12/2017). KOMPAS.com/ARI MAULANA KARANGPengunjung Gunung Papandayan menyaksikan pemandangan kawah dari menara pandang yang sengaja dibangun pengelola, Sabtu (30/12/2017).

GARUT, KOMPAS.com - Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) yang merupakan agenda tahunan yang digelar dalam rangka Hari Jadi Garut (HJG), masuk dalam kalender 100 Wonderful Event Nasional 2018.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana dalam rilis resmi yang dikeluarkan Kemenpar, Rabu (21/2/2018).

Baca juga : 3 Spot Foto Instagramable di Kawasan Candi Cangkuang Garut

Menurut Pitana, GPBG kali ini merupakan agenda yang ke-16 kalinya digelar oleh Pemkab Garut. Agenda tahun yang resmi dibuka Kamis (22/2/2018) berisikan sejumlah prosesi budaya yang dikemas dalam balutan Garut Creative Expo. Diharapkan, GPBG jadi ajang pertunjukan budaya berbasis ekonomi kreatif.

"Ada prosesi budaya dari perwakilan 7 provinsi dan 10 kabupaten/kota dari seluruh Indonesia, ada juga tampilan 20 komunitas seni dan budaya, 9 masyarakat adat serta perwakilan dari desa dan kecamatan yang ada di Garut," kata Pitana.

Laga Domba GarutARSIP KOMPAS TV Laga Domba Garut
Pitana meyakinkan, GPBG sangat menarik hingga masuk dalam kalender 100 Wonderful Event Nasional 2018. Selain gelaran budaya juga ada 150 stand UMKM termasuk perwakilan dari 4 negara yang ikut promosi. Bahkan, enam duta besar dari negara-negara sahabat menghadiri acara ini.

Baca juga : Olah 30 Ton Cokelat per Bulan, Ini Kunci Sukses Chocodot dari Garut

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, Budi Gangan mengungkapkan, selain ajang pelestarian seni dan budaya, nilai penting GPBG adalah ajang mempromosikan wisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Garut. Ujung-ujungnya perekonomian masyarakat ikut tergenjot.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan, ketertarikan wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia 60 persennya karena tertarik akan kekayaan budaya Indonesia.

Makanya, pertunjukan terkait budaya menjadi daya tarik yang sangat tinggi dan bisa berpengaruh dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan Nusantara.

Candi Cangkuang, peninggalan Hindu Abad ke-8, di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (13/1/2018). KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAH Candi Cangkuang, peninggalan Hindu Abad ke-8, di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (13/1/2018).
Arief yakin masyarakat Indonesia sudah memiliki kesiapan untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan. Apalagi Garut yang sejak sebelum zaman kemerdekaan sudah dikenal dengan kekayaan budaya, keindahan alam serta kulinernya.

"Sekarang tinggal meningkatkan promosi agar Garut bangkit lagi pariwisatanya," katanya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Obyek Wisata di Sekitar Curug Cikuluwung, Ada Curug Lontar

4 Obyek Wisata di Sekitar Curug Cikuluwung, Ada Curug Lontar

Jalan Jalan
Maskapai di Jepang Jual Tiket Penerbangan Misterius Lewat Vending Machine

Maskapai di Jepang Jual Tiket Penerbangan Misterius Lewat Vending Machine

Travel Update
6 Oleh-oleh Populer Khas Palangka Raya, Ada Keripik Kelakai

6 Oleh-oleh Populer Khas Palangka Raya, Ada Keripik Kelakai

Travel Tips
Museum Kapal PLTD Apung di Banda Aceh, Saksi Bisu Tsunami Aceh

Museum Kapal PLTD Apung di Banda Aceh, Saksi Bisu Tsunami Aceh

Jalan Jalan
Pantai Jagu, Tempat Wisata Baru di Sudut Lhokseumawe Aceh

Pantai Jagu, Tempat Wisata Baru di Sudut Lhokseumawe Aceh

Jalan Jalan
Panduan Check-in Penerbangan Domestik di Bandara Soekarno-Hatta Saat Pandemi

Panduan Check-in Penerbangan Domestik di Bandara Soekarno-Hatta Saat Pandemi

Travel Tips
46 Negara Bisa Wisata ke Thailand Tanpa Karantina, Ada Indonesia?

46 Negara Bisa Wisata ke Thailand Tanpa Karantina, Ada Indonesia?

Travel Tips
Aturan Ganjil Genap, Puluhan Bus Wisata Gagal Masuk Gunungkidul

Aturan Ganjil Genap, Puluhan Bus Wisata Gagal Masuk Gunungkidul

Travel Update
Tempat Wisata Majalengka Boleh Buka Walau Masih PPKM Level 3

Tempat Wisata Majalengka Boleh Buka Walau Masih PPKM Level 3

Travel Update
Kepulauan Banyak Aceh, 99 Pulau dengan Paduan Pasir Putih dan Laut Biru

Kepulauan Banyak Aceh, 99 Pulau dengan Paduan Pasir Putih dan Laut Biru

Jalan Jalan
Desa Wisata Nusa Aceh, Desa Wisata Pertama Bertema Kebencanaan

Desa Wisata Nusa Aceh, Desa Wisata Pertama Bertema Kebencanaan

Jalan Jalan
9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih

9 Oleh-oleh Populer Khas Ambon, Ada Kerajinan Besi Putih

Travel Tips
3 Tempat Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

3 Tempat Wisata di Jakarta yang Bisa Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Jalan Jalan
8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

8 Satwa Langka Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

Travel Update
Daftar Tempat Wisata yang Boleh Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Daftar Tempat Wisata yang Boleh Dikunjungi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

Jalan Jalan

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.