Apakah Wishnutama Bakal Rombak Calendar of Event Pariwisata?

Kompas.com - 24/10/2019, 19:48 WIB
Penampilan peserta International Culture Carnival 2017, di Batam, Sabtu (16/12/2017). Total ada 127 kostum yang ditampilkan tidak hanya oleh Akari Kepri namun juga ada dari Jember Fashion Carnival, Solo Batik Carnival, Solo Batik Carnival, Sangsapurba,  Tepak Sirih, Ragalia atau Cogan, Makyong, Jong, Seafood Paradies dan parade kesenian nusantara serta kesenian daerah dari Banglades. KOMPAS.COM / HADI MAULANAPenampilan peserta International Culture Carnival 2017, di Batam, Sabtu (16/12/2017). Total ada 127 kostum yang ditampilkan tidak hanya oleh Akari Kepri namun juga ada dari Jember Fashion Carnival, Solo Batik Carnival, Solo Batik Carnival, Sangsapurba, Tepak Sirih, Ragalia atau Cogan, Makyong, Jong, Seafood Paradies dan parade kesenian nusantara serta kesenian daerah dari Banglades.


JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menuturkan bahwa akan memfokuskan Calendar of Event (CoE) menjadi tidak terlalu banyak event.

“Kita punya Calendar of Event. Seperti apa kualitasnya? Bagaimana meningkatkannya?” tuturnya saat menghadiri Upacara Serah Terima Jabatan Menteri Pariwisata ke Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Menurutnya, event dalam setahun tidak perlu terlalu banyak. “Tapi diseriusi, lebih baik difokuskan, butuh proses ke situ, tapi itu salah satu daya tarik yang akan kita kembangkan,” katanya.

Calendar of Event merupakan salah satu program strategis Kementerian Pariwisata dalam mempromosikan destinasi pariwisata melalui events untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara serta menggerakkan wisatawan nusantara agar berwisata di Indonesia.

Baca juga: Tantangan Wishnutama, Menyelaraskan Pariwisata dengan Ekonomi Kreatif

Sementara itu, CoE 2020 baru saja diluncurkan Menteri Pariwisata Kabinet Kerja Arief Yahya pada Selasa (15/10/2019) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta.

Ratusan event peristiwa yang diusulkan daerah dari 34 provinsi di seluruh Indonesia kemudian dikurasi oleh Tim Kurator Kemenpar untuk ditetapkan 100 CoE Wonderful Indonesia 2020.

Dari 100 event tersebut kemudian dipilih lagi menjadi Top 10 CoE 2020.

Adapun Top 10 CoE 2020 di antaranya Pesta Kesenian Bali ke-42, Jember Fashion Carnival, Banyuwangi Ethno Carnival, Art Jog, Sanur Village Festival, Iron Man 70.3 Bintan, Borobudur Marathon, Java Jazz, F8 Festival, dan Tomohon International Flower Festival.

Wishnutama mencontohkan Tomorrowland dan Coachella sebagai event yang banyak menarik wisatawan. Menurutnya, event-event seperti ini yang akan diseriuskan.

“Di Belgia, ada Tomorrowland, hanya ada padang rumput. Itu bisa tarik kunjungan wisatawan. Coachella itu hanya padang pasir tapi punya bisa menarik. Kita bisa punya daya tarik yang lebih bagus,” katanya.

Tomorrowland yang dimaksud Wishnutama adalah festival musik electronic dance yang setiap tahun berlangsung di Boom, Belgia.

Inilah salah satu festival EDM terbesar di dunia. Pada tahun 2018, sebanyak 400.000 pengunjung datang ke Tomorrowland.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X