Turis Gemar ke Pulau Kecil di Jepang Ini, Ada Apa?

Kompas.com - 24/02/2020, 20:43 WIB
Pulau Gunkanjima di Jepang yang terbengkalai puluhan tahun menarik perhatian wisatawan. SHUTTERSTOCK/PIANOMAN555Pulau Gunkanjima di Jepang yang terbengkalai puluhan tahun menarik perhatian wisatawan.

KOMPAS.com - Gunkanjima merupakan sebuah pulau kecil yang terletak sekitar 20 kilometer dari Pelabuhan Nagasaki.

Baca juga: Liburan ke Nagasaki, Kunjungi Dua Pulau Cantik Ini

Pulau yang dulunya merupakan area pertambangan batu bara ini juga menampung keluarga para penambang.

Untuk menampung banyak orang, tiap sudut pulau dibangun sedemikian rupa hingga bentuknya menyerupai kapal perang raksasa.

Baca juga: Jangan Nekat Angkat Telepon di Kereta, Ketahui 5 Etika Berwisata di Jepang

 

Maka dari itu, kawasan ini dijuluki Gunkanjima yang berarti pulau kapal perang. Sementara nama aslinya adalah Pulau Hashima.

Terbengkalai selama puluhan tahun, pulau penuh misteri ini justru menarik wisatawan untuk berkunjung.

Baca juga: Rekomendasi 4 Museum yang Wajib Dikunjungi saat Liburan ke Jepang

Area pertambangan, menampung keluarga penambang

Puing-puing bangunan di Pulau Gunkanjima. SHUTTERSTOCK/PIANOMAN555 Puing-puing bangunan di Pulau Gunkanjima.

Melansir Japan Guide, batu bara di Gunkanjima ditemukan sekitar akhir tahun 1810 oleh penguasa Prefektur Saga.

Penambang dan keluarganya tinggal di sini, maka dibangunlah area tempat tinggal, gedung industrial, dan dam.

Kala itu, Pulau Gunkanjima menjadi rumah bagi manager, pekerja, serta keluarganya. Mereka menjalankan kehidupan sehari-hari di sini.

Sebagian pulau menjadi area tambang, sedangkan sisanya terisi dengan perumahan, sekolah, restoran, toko, pemandian umum khas Jepang, dan rumah sakit.

 

Baca juga: Dulunya Bekas Tambang, Taman Bhaypark Jadi Tempat Wisata Keluarga

Terbengkalai puluhan tahun

Kondisi bangunan di Gunkanjima yang terbengkalai puluhan tahun. SHUTTERSTOCK/SEAN PAVONE Kondisi bangunan di Gunkanjima yang terbengkalai puluhan tahun.

Pada tahun 1974, pertambangan ditutup dan seluruh penduduk di meninggalkan Gunkanjima. Semenjak saat itu bangunan di pulau kecil ini pun terbengkalai.

Diterjang badai topan selama bertahun-tahun membuat bangunan dan fasilitas tambang rusak, menimbulkan kesan mengerikan dan suasana mistis.

Lantaran bangunan di Gunkanjima rawan roboh, kawasan ini ditutup bagi publik. Hanya dapat menyaksikan pulau misterius ini dari atas kapal yang berkeliling di area perairannya.

Menjadi tempat wisata

Keadaan pulau kecil penuh misteri di Jepang yang menjadi tempat wisata. SHUTTERSTOCK/SEAN PAVONE Keadaan pulau kecil penuh misteri di Jepang yang menjadi tempat wisata.

Sempat terbengkalai cukup lama, April 2009 dibangun dermaga baru yang memungkinkan kapal pengunjung untuk singgah ke Gunkanjima.

Peserta tur wisata ini akan dibawa ke 3 observation decks di bagian selatan pulau, juga menjelajahi pulau selama sekitar 45 menit didampingi oleh pemandu wisata Berbahasa Inggris.

Namun pengunjung tak diperbolehkan berada terlalu dekat dengan gedung di sini, mengingat ada resiko roboh.

Sepanjang perjalanan ke Gunkanjima menggunakan kapal selama 50 menit, pengunjung akan melewati pabrik kapal Mitsubishi dan pulau lain di sekitarnya.

Dari atas kapal, pengunjung juga bisa melihat panorama Kota Nagasaki dan dermaganya.

Gunkanjima Digital Museum

Selain berkunjung langsung ke Gunkanjima, pengunjung dapat menjelajahi pulau ini secara digital. Bertajuk Gunkanjima Digital Museum, tempat ini berlokasi di dekat Gereja Oura di Nagasaki.

Museum ini menampilkan segala informasi mengenai Pulau Hashima beserta isinya, termasuk foto Gunkanjima di masa jayanya. Bahkan peserta bisa menjelajah pulau ini menggunakan augmented reality (AR).

Akses menuju Gunkanjima

Pulau Hashima yang dijuluki Gunkanjima alias Battleship Island di Nagasaki, Jepang. SHUTTERSTOCK/MOTIVE56 Pulau Hashima yang dijuluki Gunkanjima alias Battleship Island di Nagasaki, Jepang.

Kapal yang mengantarkan tur ke Gunkanjima dioperasikan oleh beberapa perusahaan yang semuanya berangkat dari beragam spot di Pelabuhan Nagasaki.

Di antaranya terminal pelabuhan feri Nagasaki yang dekat dengan halte tram Ohato, pengunjung bisa naik tram jalur 1 selama 3 menit dari Stasiun Nagasaki.

Ada juga dari terminal Tokiwa dekat dengan halte tram Ourakaikandori, kamu bisa naik tram jalur 1 dan 5 selama 15 menit dari Stasiun Nagasaki.

Sementara itu, kamu cukup jalan kaki dari Gereja Oura untuk tiba di Gunkanjima Digital Museum. Dari halte tram Ouratenshudo jalur 5 juga bisa jalan kaki.

Tiket tur dan jam operasional

Tampak jalanan di Gunkanjima. SHUTTERSTOCK/PIANOMAN555 Tampak jalanan di Gunkanjima.

Rata-rata tur menggunakan ke wisata penuh misteri ini memakan waktu sekitar 3 jam termasuk perjalanan pulang pergi. Pengunjung dapat menyiapkan budget Rp 450.000-Rp 560.000 per orang.

Namun, kapal tak akan berangkat bila cuaca buruk atau ombak tinggi, pasalnya kendaraan ini tak mungkin bisa beroperasi.

Pengunjung disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Wisatawan melihat Gunkanjima dari atas kapal. SHUTTERSTOCK/YU_ARAKAWA Wisatawan melihat Gunkanjima dari atas kapal.

Sementara itu, Gunkanjima Digital Museum buka pukul 09.00-17.00 dengan batas penerimaan pengunjung jam 16.30. Tiket masuk ke tempat wisata ini seharga Rp 230.000-an.

Pengunjung dapat berkeliling museum selama 45-90 menit, tersedia pula pemandu audio Bahasa Inggris.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

Whats Hot
Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Whats Hot
Persiapkan 'New Normal', Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Persiapkan "New Normal", Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Whats Hot
Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Whats Hot
#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

Whats Hot
Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Jalan Jalan
Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Whats Hot
Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Makan Makan
AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

Whats Hot
Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Makan Makan
Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Makan Makan
Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Jalan Jalan
Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Whats Hot
Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Jalan Jalan
TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X