Kompas.com - 06/04/2020, 15:13 WIB

Polusi udara dan alergi pohon cedar membuat masker semakin populer

Pada tahun 1950an, industrialisasi di Jepang setelah Perang Dunia II membuat polusi udara kian marak.

Pohon cedar yang kaya akan serbuk sari juga mengalami pertumbuhan yang subur karena adanya peningkatan karbondioksida.

Masker pun tidak lagi digunakan karena pengaruh musiman melainkan menjadi sebuah kebiasaan sepanjang tahun.

Masker dijadikan sebagai dinding sosial

Apa yang dituturkan oleh Erwin senada dengan beberapa penelitian yang menemukan bahwa di antara banyaknya anak muda di Jepang, masker telah berevolusi menjadi sebuah dinding sosial.

Berdasarkan penelitian tersebut, anak muda yang sehat mengenakan masker bersamaan dengan headset untuk menandakan bahwa mereka tidak ingin berkomunikasi dengan orang lain.

Hal tersebut juga berlaku bagi para wanita muda yang berusaha untuk menghindar dari pelecehan di transportasi umum. Masker dianggap memberi sebuah anonimitas tersendiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber Quartz


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.